Pantai Gading prediksi penurunan produksi kakao

Seorang petani memotong buah kakao di Divo, Pantai Gading, pada 13 Juni 2012. (Xinhua/Zhao Yingquan)
Produksi kakao Pantai Gading mengalami penurunan karena beberapa faktor, termasuk cuaca buruk dan penyakit tanaman, dengan para eksportir memperkirakan produksi tanaman komersial tersebut sekitar 1,9 juta ton pada musim ini, dibandingkan dengan hampir 2,3 juta ton pada musim lalu.
Abidjan, Pantai Gading (Xinhua) – Produksi kakao Pantai Gading mengalami penurunan karena beberapa faktor, termasuk cuaca buruk dan penyakit tanaman, demikian estimasi para eksportir, memperkirakan produksi tanaman komersial tersebut sekitar 1,9 juta ton pada musim ini, dibandingkan dengan hampir 2,3 juta ton pada musim lalu.Dari 1 April hingga 30 September, pemerintah mengumumkan panen berkisar antara 450.000 ton hingga 500.000 ton, turun dibandingkan dengan 600.000 ton pada periode yang sama sebelumnya.Pantai Gading menduduki peringkat pertama di dunia dalam hal produksi kakao. Tanaman tersebut memungkinkan sebagian besar penduduknya untuk mencari nafkah dan menghidupi diri sendiri.
Para petani mengeringkan biji kakao di Divo, Pantai Gading, pada 13 Juni 2012. (Xinhua/Zhao Yingquan)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Inovasi merek China ciptakan tren konsumsi baru
Indonesia
•
28 Nov 2022

Industri otomotif China lahir di Changchun, truk jadi produk pertama
Indonesia
•
11 Sep 2022

Kamboja siap sambut kembalinya investor dan wisatawan China
Indonesia
•
06 Jan 2023

Laos gelar seminar kliring renminbi
Indonesia
•
21 Dec 2022
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
