
China masih jadi pasar robot industri terbesar di dunia

Sebuah robot humanoid terlihat dalam Konferensi Robot Dunia (World Robot Conference) 2024 di Beijing, ibu kota China, pada 21 Agustus 2024. Konferensi Robot Dunia 2024 dibuka di Beijing pada Rabu (21/8). (Xinhua/Ren Chao)
Produksi robot industri China pada 2023 telah mencapai 430.000 set, sementara instalasi robot yang baru ditambahkan di negara tersebut menyumbang lebih dari setengah pasar global selama tiga tahun terakhir.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China masih menjadi pasar terbesar di dunia untuk robot industri selama 11 tahun berturut-turut, kata seorang pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (Ministry of Industry and Information Technology/MIIT) China pada Kamis (22/8) dalam Konferensi Robot Dunia (World Robot Conference) 2024 yang sedang berlangsung di Beijing.Data menunjukkan bahwa pada 2023, produksi robot industri China telah mencapai 430.000 set, sementara instalasi robot yang baru ditambahkan di negara tersebut menyumbang lebih dari setengah pasar global selama tiga tahun terakhir, ungkap Xin Guobin, wakil menteri MIIT.Setelah perkembangan yang pesat selama satu dekade, China menjadi promotor yang kuat untuk pertumbuhan industri robot global, sebut Xin.Dia mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, industri robot China telah membuat kemajuan besar dalam inovasi dan pengembangan, serta berbagai terobosan baru juga telah dicapai dalam penelitian dan pengembangan teknologi persepsi, kognisi, perencanaan, dan kontrol bionik.Hingga Juli 2024, China memiliki lebih dari 190.000 paten terkait robot yang efektif, terhitung sekitar dua pertiga dari total paten global.Menurut Xin, China sedang memperdalam implementasi inisiatif "Robot plus Aplikasi", yang mempromosikan integrasi robot di berbagai industri. Selama 10 tahun terakhir, jumlah robot per 10.000 pekerja di sektor manufaktur China telah melonjak dari 49 menjadi 470.Konferensi yang berlangsung selama lima hari di Beijing itu dimulai pada Rabu (21/8), dengan 169 perusahaan dari seluruh dunia berpartisipasi, termasuk para pemain utama global seperti Tesla dan Siasun. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi memamerkan lebih dari 600 unit robot, dengan lebih dari 60 unit di antaranya melakukan debut dunia mereka di konferensi ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Konstelasi satelit Beijing-3C tangkap citra pertamanya
Indonesia
•
23 May 2024

Alat sensor fasilitasi pemantauan ‘kesehatan’ jembatan Sungai Yangtze
Indonesia
•
24 Dec 2022

Para ahli paleontologi temukan fosil owa tertua di China barat daya
Indonesia
•
30 Sep 2022

Sistem pengindraan jauh buatan China dapatkan data deteksi gletser gunung
Indonesia
•
16 May 2023


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
