Singapura produksi lebih sedikit sampah, tetapi tingkat daur ulang menurun

produksi sampah domestik harian

Warga menikmati pemandangan matahari terbenam di Marina Bay di Singapura pada 25 Juli 2024. (Xinhua/Then Chih Wey)

Produksi sampah domestik harian per kapita di Singapura telah menurun stabil selama satu dekade terakhir, merosot dari 1,05 lebih kg pada 2014 menjadi 0,85 kg pada 2024.

Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Produksi sampah domestik harian per kapita di Singapura telah menurun stabil selama satu dekade terakhir, merosot dari 1,05 lebih kg pada 2014 menjadi 0,85 kg pada 2024, menurut data yang dirilis oleh Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency/NEA) Singapura pada Rabu (23/7).

Produksi sampah di lokasi industri dan komersial juga menurun. Jumlah sampah nondomestik harian yang dihasilkan per miliar dolar Singapura dari produk domestik bruto (PDB) turun dari sekitar 35 ton pada 2014 menjadi sekitar 23 ton pada 2024.

Kendati demikian, tingkat daur ulang keseluruhan di Singapura merosot dari 60 persen menjadi 50 persen dalam periode yang sama.

NEA mengaitkan penurunan tingkat daur ulang tersebut pada dua faktor utama. Pertama, terjadi penurunan volume limbah konstruksi dan pembongkaran bangunan, serta limbah terak bekas. Mengingat aliran limbah ini hampir seluruhnya didaur ulang, berkurangnya kuantitas limbah tersebut menyebabkan dampak yang signifikan terhadap tingkat daur ulang secara keseluruhan.

Kedua, tingkat daur ulang kertas menurun dari 52 persen pada 2014 menjadi 32 persen pada 2024, yang didorong oleh berbagai faktor seperti biaya pengumpulan dan pengangkutan dan harga komoditas.

Ke depannya, badan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan berbagai upaya untuk mengurangi produksi sampah dan meningkatkan praktik daur ulang. Fokus utama akan meliputi makanan, kertas, dan plastik, yang menjadi penyumbang terbesar limbah yang belum didaur ulang di Singapura.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait