
Ilmuwan Rusia kembangkan perangkat lunak yang manfaatkan panas buangan panel surya untuk desalinasi

Foto dari udara yang diabadikan pada 20 Agustus 2017 ini menunjukkan Mugga Lane Solar Park di Canberra selatan, Australia. (Xinhua/Justin Qian)
Program komputer yang memanfaatkan panas buangan dari panel surya dapat digunakan untuk mendesalinasi air laut dan air tanah.
St. Petersburg, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan Rusia mengembangkan dan mematenkan sebuah program komputer yang memanfaatkan panas buangan dari panel surya untuk mendesalinasi air laut dan air tanah, lapor kantor berita TASS pada Jumat (28/11).Menurut Olga Kornyakova, seorang dosen di Jurusan Teknik Tenaga Panas Industri Universitas Negeri Ural Selatan (South Ural State University/SUSU), perangkat lunak baru tersebut diharapkan akan diminati oleh fasilitas-fasilitas industri yang terlibat dalam pengolahan air limbah kimia.Dia menjelaskan bahwa program perangkat lunak tersebut mengatasi masalah yang telah lama ada, yakni panas berlebih yang dihasilkan oleh instalasi panel surya. Dengan program ini, sisa energi termal yang sebelumnya tidak dimanfaatkan tersebut akan dialirkan ke sebuah perangkat desalinasi.Kornyakova menjelaskan bahwa para peneliti di SUSU telah mematenkan sebuah perangkat yang mampu memurnikan air laut dan air tanah menggunakan listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Sebelumnya, panel surya akan memanas selama operasi, dan melepaskan panas buangan yang tidak terpakai, papar Kornyakova. Dengan sistem baru ini, elemen pemanas khusus dihubungkan ke panel surya untuk menyerap energi panas buangan tersebut.Perangkat lunak ini akan secara otomatis mengumpulkan data digital dari elemen-elemen pemanas tersebut, mengukur suhu, dan menampilkan suhu air. Para peneliti mengatakan integrasi ini memungkinkan panas air yang dihasilkan panel untuk menghangatkan media perpindahan panas lainnya juga.Kornyakova menambahkan bahwa program ini, yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Python, mudah digunakan dan tidak memerlukan pelatihan khusus. Pengembangan program tersebut diharapkan dapat menguntungkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian air secara kimiawi dan pengoperasian fasilitas yang ditenagai sumber energi terbarukan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia-China kerja sama pembuatan stasiun penelitian bulan
Indonesia
•
10 Mar 2021

Studi baru ungkap dampak perubahan iklim dan lanskap terhadap migrasi manusia purba
Indonesia
•
09 Dec 2024

Ilmuwan temukan tabung nano karbon berdinding tunggal dan karbon grafit di sampel Bulan Chang'e-6
Indonesia
•
21 Jan 2026

Tim ilmuwan China capai emisi gas rumah kaca net-negatif melalui katalisis elektrik
Indonesia
•
14 Jul 2025


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
