
Proyek penyaluran air hubungkan anak sungai dari dua sungai terbesar di China

Seorang pekerja terlihat sedang minum di lokasi konstruksi yang berada pada kedalaman 1.840 meter di bawah tanah di bawah Pegunungan Qinling di Provinsi Shaanxi, China barat laut, pada 18 November 2020. Dengan suhu lebih dari 40 derajat Celsius dan kelembapan relatif 90 persen, para pekerja bekerja di terowongan proyek penyaluran air di bawah Pegunungan Qinling. (Xinhua/Liu Xiao)
Proyek penyaluran air di China mulai dibangun pada 2011 untuk mengalirkan air dari Sungai Hanjiang di Shaanxi selatan yang kaya air ke arah utara ke Sungai Weihe, yang melintasi wilayah tengah di provinsi itu yang membutuhkan lebih banyak air.
Xi'an, China (Xinhua) – China telah melakukan penggalian menembus sebuah pegunungan guna memasok air dari salah satu anak sungai Sungai Yangtze, sungai terpanjang di negara itu, untuk mengatasi kekeringan di wilayah utara.Sejumlah terowongan di bawah Pegunungan Qinling pada Ahad (16/7) mulai menyalurkan air dari Sungai Hanjiang, anak sungai terbesar Sungai Yangtze, ke Sungai Weihe, anak sungai Sungai Kuning, kata departemen sumber daya air Provinsi Shaanxi.Para pejabat memuji proyek tersebut karena memungkinkan air dari anak-anak sungai dua sungai terbesar di China bertemu di Shaanxi, salah satu provinsi yang dilanda kekeringan terparah di China barat laut.Melibatkan total investasi sebesar 51,6 miliar yuan atau sekitar 7,2 miliar dolar AS, proyek tersebut mulai dibangun pada 2011 untuk mengalirkan air dari Sungai Hanjiang di Shaanxi selatan yang kaya air ke arah utara ke Sungai Weihe, yang melintasi wilayah tengah di provinsi itu yang membutuhkan lebih banyak air.Ini merupakan salah satu proyek rekayasa paling menantang di China karena membutuhkan pembangunan terowongan sepanjang 98,3 km di bawah Pegunungan Qinling, batas alami antara wilayah utara dan selatan China.Sejauh ini, proyek penyaluran air tersebut telah menyelesaikan tahap pertama yang menghubungkan kedua sungai melalui sejumlah terowongan. Sementara itu, tahap kedua dan ketiga dalam pengiriman air ke lokasi-lokasi lain di Shaanxi tengah masih dalam tahap pembangunan.Setelah rampung, proyek itu akan mengurangi krisis pasokan air di sejumlah kota di Provinsi Shaanxi seperti Xi'an dan Xianyang, membawa manfaat bagi 14,11 juta orang. Proyek itu juga akan menyediakan lebih banyak sumber daya air agar Shaanxi bagian utara dapat mengembangkan industri energinya, kata Zheng Weiguo, direktur departemen sumber daya air provinsi itu."Proyek ini memiliki signifikansi yang luas. Proyek ini akan memenuhi kebutuhan air Shaanxi utara, menyuburkan Shaanxi tengah, dan mendorong pembangunan ramah lingkungan di Shaanxi selatan," kata Zheng. Proyek ini juga akan memungkinkan Shaanxi selatan memanfaatkan sumber daya air lokal untuk pembangunan hijau, imbuhnya.*1 yuan = 2.092 rupiah**1 dolar AS = 14.978 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sistem prakiraan badai debu terbaru mampu tingkatkan produksi energi surya
Indonesia
•
21 Apr 2025

Peneliti China kembangkan metode rehabilitasi stroke berbasis VR
Indonesia
•
02 Aug 2023

Tim ilmuwan China kembangkan superkonduktor nikelat suhu tinggi pada tekanan ruang
Indonesia
•
19 Feb 2025

Kaya kandungan glutamat, burung kareo padi jadi kuliner legendaris di Siantar, Sumatra Utara
Indonesia
•
13 May 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
