
Peneliti di Australia temukan cara baru untuk targetkan sel kanker darah agresif

Ilustrasi sel darah. (digitale.de on Unsplash)
Sel kanker pada leukemia myeloid akut (acute myeloid leukemia/AML) bergantung pada sebuah molekul umum, yang disebut heme, untuk bertahan hidup dan terus berkembang biak. Ketika proses ini dihambat, sel-sel kanker mati melalui bentuk kematian sel yang baru teridentifikasi, yang dikenal sebagai cuproptosis.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia menemukan cara baru untuk membunuh sel kanker pada leukemia myeloid akut (acute myeloid leukemia/AML), salah satu bentuk kanker darah yang paling agresif dan sulit diobati.Tim tersebut menemukan bahwa sel-sel AML, terutama sel punca yang memicu kekambuhan, bergantung pada sebuah molekul umum, yang disebut heme, untuk bertahan hidup dan terus berkembang biak. Ketika proses ini dihambat, sel-sel kanker mati melalui bentuk kematian sel yang baru teridentifikasi, yang dikenal sebagai cuproptosis, demikian menurut pernyataan dari Pusat Kanker Peter MacCallum Australia pada Kamis (20/11)."Dengan menghalangi sel AML memproduksi heme, kita dapat mengaktifkan cuproptosis, suatu bentuk kematian sel yang unik, dan secara efektif membunuh sel-sel yang paling bertanggung jawab atas kambuhnya kanker," kata Alexander Lewis, peneliti pascadoktoral di Peter Mac."Kami telah menemukan kelemahan mendasar pada sel AML ... Ini membuka pintu menuju terapi baru yang berpotensi lebih ampuh dan tahan lama," tutur Lewis, yang menjadi penulis utama dalam penelitian yang telah diterbitkan di dalam jurnal Cell tersebut. Penelitian ini dilakukan bersama oleh beberapa lembaga penelitian Australia.Setiap tahun, sekitar 900 warga Australia didiagnosis menderita AML, dengan setengahnya mengalami kekambuhan setelah remisi, dan kelangsungan hidup median untuk pasien kambuh adalah antara empat dan enam bulan, kata para peneliti."Temuan ini dapat mengarah ke pengobatan baru yang tidak hanya membunuh sel AML, tetapi juga mencegah penyakit tersebut kambuh setelah terapi awal," ujar Lewis, seraya menambahkan bahwa "temuan ini mungkin efektif bahkan pada AML yang telah resistan terhadap obat standar."Penelitian ini juga mengidentifikasi jalur-jalur metabolisme tambahan untuk dikombinasikan dengan strategi pemblokiran heme guna meningkatkan kemanjuran pengobatan, papar pernyataan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Studi kemanjuran vaksin Epivaccorona Rusia dipublikasikan pada Februari
Indonesia
•
20 Jan 2021

Peneliti China temukan sumber penggerak gelombang umbra di bintik matahari
Indonesia
•
13 Jun 2024

Satelit telekomunikasi propulsi listrik penuh pertama China mulai beroperasi
Indonesia
•
16 Jul 2024

Aplikasi Threads tarik 100 juta pengguna dalam 5 hari
Indonesia
•
11 Jul 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
