
Pusat pengujian tenaga hidrogen utama mulai beroperasi di China barat daya

Foto yang diabadikan pada 16 September 2022 ini menunjukkan sebuah kendaraan bertenaga sel bahan bakar hidrogen yang dipamerkan di area ekshibisi dalam ajang World Intelligent Connected Vehicles Conference 2022 yang digelar di Distrik Shunyi, Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Ren Chao)
Pusat pengujian tenaga hidrogen utama mulai beroperasi di China barat daya, dengan total investasi senilai 500 juta yuan, dan dilengkapi dengan sejumlah laboratorium untuk kendaraan bertenaga hidrogen, sel bahan bakar hidrogen, dan perakitan daya.
Chongqing, China (Xinhua) – Pusat Inspeksi dan Pengujian Kualitas Tenaga Hidrogen Nasional (National Hydrogen Power Quality Inspection and Testing Center), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mendorong pengembangan industri kendaraan bertenaga sel bahan bakar hidrogen di China, mulai beroperasi pada Senin (9/1) di wilayah Chongqing.Dengan total investasi senilai 500 juta yuan, pusat tersebut mencakup area seluas 190 mu (sekitar 12,67 hektare) yang dilengkapi dengan sejumlah laboratorium untuk kendaraan bertenaga hidrogen, sel bahan bakar hidrogen, dan perakitan daya.Pusat tersebut dapat memberikan layanan pengujian untuk seluruh rantai industri, termasuk kendaraan sel bahan bakar hidrogen, suku cadang kendaraan, dan kualitas hidrogen.Pusat itu, yang pertama dari jenisnya di China, didirikan oleh China Automotive Engineering Research Institute Co., Ltd.Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Chongqing di China barat daya telah meningkatkan upaya untuk mempromosikan pengembangan industri kendaraan bertenaga sel bahan bakar hidrogen, dengan produsen-produsen otomotif meluncurkan berbagai model mobil dan perusahaan-perusahaan pendukung utama semakin berkembang di sana.Wilayah Chongqing bekerja sama dengan Provinsi Sichuan untuk membangun ‘koridor hidrogen’, dengan sekitar 1.000 kendaraan logistik bertenaga sel bahan bakar hidrogen diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2025.*1 yuan = 2.294 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan di Australia ciptakan plastik alami untuk penggunaan sehari-hari
Indonesia
•
03 Oct 2025

COVID-19 – Studi: Omicron tiga kali lebih mungkin sebabkan reinfeksi daripada Delta
Indonesia
•
04 Dec 2021

Studi: Vitamin D3 lebih baik daripada vitamin D2
Indonesia
•
01 Mar 2022

COVID-19 – Rusia kembangkan metode tentukan kekebalan sel-T
Indonesia
•
18 Dec 2020


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
