Putin kecam ledakan Jembatan Krimea sebagai aksi teroris

Foto yang diabadikan pada 30 September 2022 ini memperlihatkan sejumlah layar yang menampilkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato di Moskow, Rusia. (Xinhua/Cao Yang)
Ledakan Jembatan Krimea tidak diragukan lagi merupakan aksi teroris yang bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia, kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Ledakan di Jembatan Krimea tidak diragukan lagi merupakan aksi teroris yang bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia, kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada Ahad (9/10)."Pasukan khusus Ukraina adalah inisiator, pelaku, sekaligus dalangnya," kata Putin saat bertemu dengan Ketua Komite Investigasi Rusia Alexander Bastrykin.Mengonfirmasi pernyataan Putin, Bastrykin mengatakan sejumlah warga negara Rusia dan warga negara asing juga terlibat dalam insiden tersebut."Kami sudah menetapkan rute perjalanan truk yang meledak itu. Truk itu melewati Bulgaria, Georgia, Armenia, Ossetia Utara, dan Wilayah Krasnodar," kata Bastrykin."Kami juga telah mengidentifikasi para pembawanya. Dengan bantuan sejumlah agen FSB (Federal Security Service), kami berhasil mengidentifikasi para tersangka di antara orang-orang yang berpotensi mengatur aksi teroris itu dan mereka yang aktif di Federasi Rusia," imbuhnya.Pada Sabtu (8/10), ledakan mematikan menghantam Jembatan Krimea, jembatan sepanjang 19 km yang terdiri dari dua rute paralel untuk mobil dan kereta di atas Selat Kerch.Sebuah truk meledak di jembatan jalan, menyebabkan tujuh tangki bahan bakar pada sebuah kereta yang sedang dalam perjalanan menuju Semenanjung Krimea terbakar. Tiga orang tewas dalam ledakan itu, yang juga mengakibatkan runtuhnya sebagian dari dua bentang jembatan jalan itu.Insiden di Jembatan Krimea adalah sebuah operasi khusus yang dilakukan oleh Dinas Keamanan Ukraina (Security Service of Ukraine/SSU), kata kantor berita Interfax-Ukraina mengutip sumber dari lembaga penegak hukum Ukraina. SSU belum memberikan komentar terkait insiden itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Newsweek: Akhir abad Amerika dimulai di Timur Tengah
Indonesia
•
08 May 2023

Jepang gelar pemakaman kenegaraan mantan PM Shinzo Abe pada 27 September
Indonesia
•
20 Jul 2022

Presiden China bertemu dengan Ketua Partai Rusia Bersatu Medvedev
Indonesia
•
22 Dec 2022

Menlu Israel sebut pihaknya terbuka untuk jalin hubungan resmi dengan Suriah dan Lebanon
Indonesia
•
01 Jul 2025
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026
