
Queensland Utara di Australia hadapi peningkatan risiko wabah yang ditularkan nyamuk

Orang-orang menyejukkan diri di Pantai Bronte di Sydney, Australia, pada 18 Maret 2018. (Xinhua/Bai Xuefei)
Lonjakan virus yang ditularkan oleh nyamuk dipicu perubahan iklim dan pesatnya pertumbuhan perkotaan di kawasan Queensland Utara di Australia.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Kawasan Queensland Utara di Australia bergulat dengan ancaman kesehatan masyarakat yang semakin meningkat akibat lonjakan virus yang ditularkan oleh nyamuk, yang dipicu perubahan iklim dan pesatnya pertumbuhan perkotaan, demikian menurut sebuah penelitian terbaru.
Wabah ini mencakup virus demam berdarah dengue, Ross River, dan Barmah Forest, menandakan ancaman yang semakin besar di bagian utara lingkungan tropis negara bagian tersebut, demikian pernyataan dari Universitas James Cook (JCU) Australia pada Jumat (13/2).
Kasus virus yang ditularkan oleh nyamuk secara nasional hampir berlipat ganda antara tahun 2023 hingga 2024, dengan tren yang berlanjut hingga tahun 2025, kata Md. Eram Hosen, kandidat PhD dari Laboratorium Mikrobiologi Tropical One Health milik Associate Professor Subir Sarker di JCU.
Hosen, penulis utama penelitian yang diterbitkan di jurnal Virology ini, menghubungkan musim penularan yang lebih panjang dengan perubahan iklim, banyaknya habitat perkembangbiakan nyamuk di perkotaan, dan kedekatan geografis dengan Asia Tenggara.
Queensland melaporkan 1.701 kasus infeksi virus Ross River dan 378 kasus demam berdarah dengue pada 2024, ditambah deteksi virus chikungunya dan ensefalitis Jepang, menurut penelitian tersebut.
Lebih dari 900 flavivirus yang belum diklasifikasi, yang disebarkan oleh kutu dan nyamuk, telah ditemukan di berbagai wilayah Australia selama beberapa dekade terakhir, termasuk lebih dari 100 jenis virus di Queensland saja, yang menunjukkan adanya celah dalam hal pendeteksian virus, kata laporan tersebut.
Sarker mengatakan pengendalian nyamuk Wolbachia telah membantu menekan kasus demam berdarah dengue, namun ancaman yang lebih luas masih tetap ada. Dia pun mendesak adanya perluasan cakupan program yang didukung pengurutan genom generasi berikutnya dan keterlibatan aktif masyarakat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sampel tanah Bulan dari misi Chang'e-5 China jadi sorotan di Bangkok, Thailand
Indonesia
•
30 Jul 2024

Web3 dan metaverse hadir di pameran teknologi dunia 2023 di Las Vegas
Indonesia
•
07 Jan 2023

China catat peningkatan paten industri dari perusahaan
Indonesia
•
31 Mar 2024

Daur ulang ‘tailwater’ di Kota Tangshan China tingkatkan produksi akuakultur
Indonesia
•
31 Jan 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
