Meta bukukan pendapatan di atas ekspektasi pada Q2 2024

CEO Meta Mark Zuckerberg terlihat di layar monitor saat sidang dengar pendapat Komite Senat Amerika Serikat untuk Urusan Perdagangan, Ilmu Pengetahuan, dan Transportasi di Capitol Hill di Washington DC, Amerika Serikat, pada 28 Oktober 2020. (Xinhua/Pool/Michael Reynolds)
Raksasa media sosial Amerika Serikat, Meta Platforms, Inc., induk perusahaan Facebook dan Instagram, melaporkan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi untuk kuartal kedua (Q2) tahun ini.
San Francisco, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Raksasa media sosial Amerika Serikat (AS), Meta Platforms, Inc., induk perusahaan Facebook dan Instagram, pada Rabu (31/7) melaporkan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi untuk kuartal kedua (Q2) tahun ini.Pada Q2, total pendapatan perusahaan yang berbasis di California itu tercatat sebesar 39,07 miliar dolar AS, naik 22 persen secara tahunan (year on year/yoy).Laba bersih kuartalan Meta melonjak ke angka 13,47 miliar dolar AS, naik 73 persen (yoy) dari 7,79 miliar dolar AS. Laba per saham terdilusi untuk Q2 meningkat menjadi 5,16 dolar AS dari 2,98 dolar AS pada periode yang sama 2023, kata Meta.Jumlah pengguna aktif harian untuk rangkaian aplikasi Meta meningkat 7 persen (yoy) menjadi 3,27 miliar pengguna pada Juni 2024. Jumlah karyawan perusahaan itu mencapai 70.799 orang per 30 Juni, turun 1 persen dari setahun sebelumnya."Kami mencatatkan kuartal yang kuat, dan Meta AI berada di jalur yang tepat untuk menjadi asisten AI yang paling banyak digunakan di dunia pada akhir tahun ini," ujar Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Meta. "Kami telah merilis model AI open source level frontier pertama. Kami juga terus melihat adanya minat yang berkembang untuk produk kacamata Ray-Ban Meta AI kami, dan kami mendorong pertumbuhan yang kuat di seluruh rangkaian aplikasi kami."Perusahaan itu memperkirakan total pendapatan Q3 berada di kisaran 38,5 miliar hingga 41 miliar dolar AS, dan pengeluaran modal (capital expenditures) setahun penuh untuk 2024 berada di kisaran 37 miliar hingga 40 miliar dolar AS.Selain itu, Meta mengatakan bahwa pihaknya terus memantau lanskap peraturan yang aktif, termasuk meningkatnya hambatan hukum dan peraturan di Uni Eropa dan AS yang secara signifikan dapat memengaruhi hasil keuangan dan bisnisnya.*1 dolar AS = 16.320 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

OPEC+ pertahankan target ‘output’ minyak di tengah ketidakpastian pasar
Indonesia
•
05 Dec 2022

Menpar: Koperasi Desa Merah Putih perkuat pengelolaan pariwisata
Indonesia
•
23 Jul 2025

Tajuk Xinhua: Mobil buatan China semakin populer berkat inovasi
Indonesia
•
20 Feb 2023

Pasar saham Eropa anjlok di tengah kekhawatiran perang dagang global
Indonesia
•
05 Mar 2025
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026
