
Samsung Electronics akan PHK 30 persen karyawan di beberapa divisi luar negeri

Orang-orang menghadiri acara 'Galaxy Unpacked' Samsung di Seoul, Korea Selatan, pada 26 Juli 2023. Dalam acara tersebut, produk-produk baru termasuk ponsel pintar lipat generasi kelima perusahaan itu diluncurkan. (Xinhua/Yang Chang)
Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics, berencana untuk memangkas jumlah karyawannya di luar negeri hingga 30 persen di beberapa divisi.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics, berencana untuk memangkas jumlah karyawannya di luar negeri hingga 30 persen di beberapa divisi, seperti dilaporkan Reuters pada Rabu (11/9), mengutip sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.Sejumlah anak perusahaan Samsung di luar negeri telah diinstruksikan untuk mengurangi staf penjualan dan pemasaran sekitar 15 persen dan staf administrasi hingga 30 persen sampai akhir tahun ini.Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) secara global ini akan berdampak pada pekerjaan di seluruh benua Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika, kata Reuters.Rencana tersebut, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, tidak akan berdampak pada staf produksinya, seperti dikutip dari pernyataan Samsung.Perusahaan Korsel ini memiliki 267.800 tenaga kerja per akhir 2023, dan 147.000 karyawannya berbasis di luar negeri.Sebagian besar karyawan Samsung bekerja di bidang manufaktur dan pengembangan. Staf penjualan dan pemasaran berjumlah sekitar 25.100 orang, sementara 27.800 karyawan bekerja di bidang lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Selama kunjungan Presiden Xi, Saudi-China tandatangani 34 perjanjian investasi
Indonesia
•
08 Dec 2022

Feature – Mencicipi bihun siput Luosifen khas Guangxi China yang mulai jajaki pasar Indonesia
Indonesia
•
21 Jun 2024

Hubungan ekonomi China-Eropa tumbuh stabil di tengah tantangan global
Indonesia
•
16 Nov 2022

Destatis: Jerman di ambang resesi, PDB Q3 2023 terkontraksi 0,1 persen
Indonesia
•
25 Nov 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
