
Ramadan – UEA tegaskan dukungan penuh bagi Indonesia sebagai mitra terpercaya

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste 'non-residence', Abdulla Salem Al Dhaheri , dalam acara buka puasa bersama para duta besar negara-negara Arab di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Indonesia Window)
Menjalankan misi diplomatik di Indonesia adalah kesempatan unik untuk berinteraksi dengan masyarakat yang ramah, terbuka, dan kaya budaya.
Jakarta (Indonesia Window) – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste non-residence, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan bersama di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Hal tersebut disampaikan dalam acara buka puasa bersama para duta besar negara-negara Arab di Jakarta, Senin (23/2), menurut siaran pers yang diterima, Kamis.
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah tokoh penting nasional, antara lain Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.
Turut hadir pula dua mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab dan Retno Marsudi, serta Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid.
Dalam sambutannya, Dubes Abdulla Salem Al Dhaheri menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum memperkuat persatuan dan memperdalam dialog antarbangsa.
“Ramadan mengajarkan kedermawanan, solidaritas, dan empati. Nilai-nilai ini mengakar kuat baik di Emirat maupun Indonesia, dan menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi nyata,” ujarnya.
Dubes Al Dhaheri memandang Indonesia sebagai mitra tepercaya dan bridge-builder di kawasan, negara yang konsisten mengedepankan moderasi, dialog, dan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, menjalankan misi diplomatik di Indonesia adalah kesempatan unik untuk berinteraksi dengan masyarakat yang ramah, terbuka, dan kaya budaya.
Dalam konteks hubungan bilateral, Dubes Al Dhaheri menegaskan komitmen UEA untuk terus mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan-tujuan strategis bersama.
Kerja sama kedua negara yang terus berkembang di berbagai sektor—mulai dari ekonomi, investasi, energi terbarukan, hingga kemanusiaan—dinilai memiliki potensi besar untuk diperluas. Diplomasi yang kuat, katanya, menjadi kunci untuk memperdalam saling pengertian sekaligus memperkokoh stabilitas regional dan internasional.
Acara tersebut juga menjadi ajang penyambutan tiga duta besar baru yang memulai misi diplomatiknya di Indonesia, yakni Duta Besar Palestina Abdulfatah Al Satri, Duta Besar Lebanon Salam Al Ashqar, dan Duta Besar Qatar Dr. Sultan Mubark Al Dosari. Kehadiran mereka menandai babak baru diplomasi multilateral dengan Indonesia sebagai tuan rumah yang inklusif dan strategis.
Sebagai penutup, Dubes UEA menyoroti pentingnya aksi kemanusiaan sebagai pilar utama kebijakan luar negeri negaranya, sejalan dengan visi kepemimpinan Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Salah satu inisiatif terbaru yang diperkenalkan adalah kampanye ‘Edge of Life,’ sebuah gerakan global yang menargetkan penyelamatan lima juta anak dari ancaman kelaparan. Program ini menegaskan bahwa solidaritas internasional bukan sekadar retorika, melainkan tindakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat dunia.
Melalui diplomasi Ramadan yang sarat makna ini, UEA dan Indonesia menunjukkan bahwa kemitraan strategis tidak hanya dibangun di ruang negosiasi formal, tetapi juga melalui perjumpaan hangat yang memperkuat kepercayaan dan visi bersama untuk masa depan yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Jokowi bertemu Raja Belgia, apresiasi hubungan bilateral
Indonesia
•
14 Dec 2022

NC-212i buatan Indonesia mengudara di langit Thailand
Indonesia
•
12 Nov 2019

Pemerintah berencana relokasi ribuan warga secara permanen pascaletusan Gunung Lewotobi Laki-Laki
Indonesia
•
08 Nov 2024

Singapura, Indonesia, dan Malaysia hadapi risiko kabut asap parah pada 2025
Indonesia
•
29 Jul 2025


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
