
Dewan Keamanan PBB adopsi resolusi yang serukan diakhirinya konflik Rusia-Ukraina

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah tank Ukraina yang hancur dalam serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua/Peter Druk)
Resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat menyerukan agar konflik antara Rusia dan Ukraina segera diakhiri dan mendesak perdamaian yang berkelanjutan, di tengah peringatan tiga tahun sejak eskalasi tersebut terjadi.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (24/2) mengadopsi sebuah resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat (AS), yang menyerukan agar konflik segera diakhiri dan mendesak perdamaian yang berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina, di tengah peringatan tiga tahun sejak eskalasi penuh krisis tersebut terjadi.Resolusi itu menerima 10 suara dukungan, nol suara penolakan, dan lima abstain, yaitu Prancis, Inggris, Denmark, Yunani, dan Slovenia.Dokumen tersebut menegaskan kembali bahwa tujuan utama PBB, seperti yang dinyatakan dalam Piagam PBB, adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional serta menyelesaikan perselisihan secara damai. Resolusi itu mendesak agar konflik segera diakhiri dan berduka atas hilangnya banyak nyawa dalam perang, tanpa menyalahkan Rusia.Pelaksana Tugas (Plt.) Duta Besar AS untuk PBB Dorothy Shea mengatakan kepada dewan bahwa resolusi tersebut bukanlah "kesepakatan perdamaian," melainkan "jalan menuju perdamaian.""Ini adalah waktu yang tepat untuk perdamaian di Ukraina," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, seraya menegaskan bahwa perdamaian di Ukraina haruslah "adil, berkelanjutan, dan komprehensif."Sebelumnya pada hari yang sama, Majelis Umum PBB menolak draf AS tersebut dan meloloskan sebuah resolusi yang diajukan oleh Ukraina dan sekutu-sekutu Eropa, yang mendukung kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Ukraina serta menyerukan perdamaian yang adil, langgeng, dan komprehensif sesuai dengan Piagam PBB.Resolusi di Dewan Keamanan PBB bersifat mengikat di bawah hukum internasional.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UNICEF: Wabah Ebola tewaskan 330 anak di RD Kongo, balita jadi korban terbanyak
Indonesia
•
07 Aug 2026

Rusia kutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, serukan deeskalasi
Indonesia
•
02 Mar 2026

Sedikitnya 15 orang tewas akibat serangan udara Israel di Gaza
Indonesia
•
17 Mar 2025

Belarus dan Rusia memulai latihan angkatan udara gabungan
Indonesia
•
17 Jan 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
