
Dirjen IAEA peringatkan risiko insiden nuklir di wilayah Kursk, Rusia

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi berpidato dalam pertemuan khusus Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, pada 11 April 2024. (Xinhua/IAEA)
Risiko insiden nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Kursk meningkat akibat konflik di dekatnya, mendorong IAEA membentuk kerangka kerja untuk bekerja sama dengan konglomerat tenaga nuklir milik negara di Rusia ‘Rosatom’.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi pada Selasa (27/8) memperingatkan risiko insiden nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Kursk akibat konflik di dekatnya."Ada risiko insiden nuklir di Kursk saat ini," kata Grossi setelah mengunjungi PLTN di wilayah Kursk, Rusia, atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menilai situasi dan bekerja sama dengan kolega-kolega di Rusia dalam mencari solusi atas isu-isu terkini.Setelah mengunjungi fasilitas-fasilitas utama di PLTN Kursk, Grossi menyampaikan bahwa PLTN itu beroperasi dalam kondisi yang hampir normal.Grossi mengatakan dirinya diberi tahu tentang upaya serangan drone terhadap fasilitas PLTN itu, seraya menambahkan telah melihat secara langsung "bekas-bekas tanda dari serangan tersebut". Dia menyatakan bahwa aktivitas militer di dekat PLTN itu pada akhirnya menimbulkan masalah keamanan.Rusia menuduh Ukraina pada Jumat (23/8) mencoba menyerang PLTN Kursk. Menurut laporan, pecahan-pecahan drone ditemukan sekitar 100 meter dari fasilitas penyimpanan sisa bahan bakar nuklir di PLTN tersebut.IAEA dapat mengusulkan sejumlah langkah teknis dan tindakan yang bertujuan untuk memastikan keamanan nuklir, tutur Grossi.Dia mengatakan bahwa IAEA telah membentuk kerangka kerja untuk bekerja sama dengan konglomerat tenaga nuklir milik negara di Rusia "Rosatom", perwakilan angkatan bersenjata Rusia, pasukan keamanan, dan Kementerian Luar Negeri Rusia.IAEA dan perwakilan Rusia "sedang mendiskusikan apa yang dapat dilakukan guna mencegah insiden radiasi di PLTN itu," ujar Grossi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Putin: Rusia siap dukung pengembangan nuklir damai Iran
Indonesia
•
20 Jun 2025

WHO sebut wabah Ebola bukan "darurat pandemi"
Indonesia
•
21 May 2026

AS hapus syarat tes COVID-19 untuk pelaku perjalanan internasional
Indonesia
•
11 Jun 2022

Kanselir Jerman Scholz dicalonkan sebagai kandidat utama SPD dalam pemilu dini tahun depan
Indonesia
•
28 Nov 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
