
Studi: Obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi pascaoperasi

Dua wanita dengan berat badan berlebih melintas di sebuah jalan di Manhattan, New York, Amerika Serikat, pada 24 Maret 2009. (Xinhua)
Risiko komplikasi pascaoperasi, termasuk infeksi, pembekuan darah, dan komplikasi ginjal, dapat semakin meningkat pada pasien dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi pascaoperasi, termasuk infeksi, pembekuan darah, dan komplikasi ginjal, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan pada Senin (1/5).Dengan menggunakan data yang diambil dari Program Peningkatan Kualitas Bedah Nasional Amerika Serikat, tim peneliti dari Departemen Bedah Universitas Colorado mempelajari kumpulan data awal yang mewakili lebih dari 5,5 juta pasien, dengan 44,6 persen di antaranya mengalami obesitas.Mereka menemukan bahwa dibandingkan pasien dengan berat badan normal, pasien yang kelebihan berat badan atau obesitas berpeluang lebih tinggi mengalami infeksi, gagal ginjal, dan tromboemboli vena, atau penggumpalan darah di vena, pascaoperasi.Kelebihan berat badan dan obesitas juga dapat menjadi faktor yang menghambat pemulihan pasien pascaoperasi, menurut studi tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal SURGERY.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksin buatan pusat penelitian Chumakov Rusia digunakan setelah uji klinis
Indonesia
•
06 Oct 2020

Mata Air Gurun di China capai tingkat air tertinggi dalam 20 tahun
Indonesia
•
03 Aug 2025

Indonesia punya lebih dari 1.500 danau
Indonesia
•
08 Dec 2020

COVID-19 – Jangka waktu kekebalan vaksin Sputnik V Rusia lebih 2 tahun
Indonesia
•
04 Feb 2021


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
