
Tim insinyur China rancang robot inovatif yang lepas landas seperti burung

Burung simulasi dipamerkan dalam Konferensi Robot Dunia (World Robot Conference/WRC) 2025 di Beijing, ibu kota China, pada 8 Agustus 2025. (Xinhua/Li Xin)
RoboFalcon2.0 meniru gerakan sayap burung dan kelelawar, serta mampu terbang terkendali melalui sebuah mekanisme rekonfigurasi baru.
Xi'an, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam sebuah terobosan untuk robotika yang terinspirasi dari makhluk hidup, tim insinyur asal China sukses merancang sebuah robot yang dapat mengepakkan sayapnya dan mampu lepas landas secara otonomos, layaknya seekor burung.Dinamakan RoboFalcon2.0, robot tersebut meniru gerakan sayap burung dan kelelawar, serta mampu terbang terkendali melalui sebuah mekanisme rekonfigurasi baru.Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances ini menjelaskan bagaimana robot itu meniru gerakan kepak-sapu-lipat (flap-sweep-fold/FSF) yang diamati pada vertebrata terbang saat melakukan penerbangan lambat.Vertebrata terbang cenderung menggunakan kinematika sayap yang kompleks saat melayang, lepas landas, dan mendarat, berbeda dengan mekanisme penerbangan serangga. Robot ini memiliki gerakan kepakan ke bawah (downstroke) yang mengarah ke bagian depan dan ventral serta gerakan kepakan ke atas (upstroke) yang tidak aktif secara aerodinamis guna meningkatkan karakteristik aerodinamis pada kecepatan udara rendah.Para insinyur dari Northwestern Polytechnical University mengembangkan mekanisme tuas ayun kerucut (conical rocker mechanism) yang menggabungkan gerakan mengepak, menyapu, dan melipat dalam satu siklus kepakan sayap, meniru kinematika penerbangan lambat pada vertebrata.Penerbangan di dunia nyata telah memvalidasi kemampuan lepas landas secara mandiri RoboFalcon2.0, menurut studi tersebut.Langkah inovatif ini dapat menginspirasi desain masa depan untuk kendaraan gesit yang terinspirasi dari burung melalui prinsip aktuasi seperti vertebrata, sehingga memungkinkan pengembangan desain sayap kepak yang lebih biomimetik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China rancang solusi untuk kestabilan komunikasi pada kereta ultracepat
Indonesia
•
11 Dec 2024

Penelitian: Vaksin baru berikan perlindungan ganda terhadap SARS-CoV-2
Indonesia
•
07 Mar 2022

Tim peneliti multinasional lakukan studi perubahan iklim di danau air asin tertinggi di dunia
Indonesia
•
09 Jun 2024

China akan promosikan penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan
Indonesia
•
12 Jan 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
