
China kembangkan platform uji penanganan jarak jauh pada fasilitas riset fusi

Foto yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 9 Maret 2025 ini menunjukkan ruang vakum seperdelapan dan seluruh sistem instalasinya, yang merupakan salah satu subsistem utama di Fasilitas Riset Komprehensif untuk Teknologi Fusi (Comprehensive Research Facility for Fusion Technology/CRAFT), di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Zhang Duan)
Robot pemelihara lapisan pelindung (cladding) dapat menangani muatan hingga 60 ton dengan akurasi yang tinggi dalam pemosisian toroidal dan pengangkatan vertikal, sementara manipulator kapasitas besarnya mampu mengangkat beban hingga 2,5 ton.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Platform uji penanganan jarak jauh di Fasilitas Riset Komprehensif untuk Teknologi Fusi (Comprehensive Research Facility for Fusion Technology/CRAFT) China telah lolos evaluasi dan penerimaan ahli pada Senin (15/9), lapor China Science Daily pada Selasa (16/9).CRAFT merupakan sebuah platform tempat komponen-komponen utama reaktor energi fusi dikembangkan dan diuji oleh para insinyur.Berbagai pengujian lapangan mengonfirmasi bahwa robot pemelihara lapisan pelindung (cladding) dapat menangani muatan hingga 60 ton dengan akurasi yang tinggi dalam pemosisian toroidal dan pengangkatan vertikal, sementara manipulator kapasitas besarnya mampu mengangkat beban hingga 2,5 ton.Komponen cladding dan divertor, yang beroperasi di bawah terpaan gabungan fluks panas yang tinggi, medan magnet yang intens, dan iradiasi neutron, rentan mengalami kerusakan dan hanya dapat diperbaiki melalui sistem penanganan jarak jauh berbasis robotika.Meski kemajuan robotika industri berlangsung pesat, belum ada robot yang mampu bertahan dari radiasi intens sambil mengangkut muatan berat, menjaga akurasi yang tinggi, dan melakukan manipulasi yang presisi dalam pemeliharaan komponen-komponen utama reaktor fusi.Platform yang baru diresmikan tersebut dibangun untuk mengatasi hambatan ini, sekaligus berfungsi sebagai platform verifikasi teknik inti untuk mendukung pengoperasian yang stabil dan komersialisasi reaktor fusi di masa mendatang.Keberhasilan pengembangan platform uji penanganan jarak jauh tersebut juga menciptakan serangkaian teknologi yang dapat diterapkan untuk inspeksi dan perbaikan pembangkit listrik tenaga nuklir, industri dirgantara, pengoperasian peralatan berat, dan misi tanggap darurat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies kodok baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
07 Aug 2023

Teknologi cetak 3D hasilkan cetakan beresolusi tinggi berskala milimeter dalam waktu 0,6 detik
Indonesia
•
14 Feb 2026

Jejak kaki dinosaurus berusia sekitar 200 juta tahun ditemukan di China
Indonesia
•
08 Dec 2025

China akan luncurkan babak baru kerja sama konservasi panda raksasa internasional
Indonesia
•
23 Feb 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
