
Feature – Robot penyadap karet alam buatan China yang masuk pasar Indonesia

Foto yang diabadikan pada 4 Maret 2025 ini menunjukkan sebuah robot penyadap karet alam, yang dikembangkan Akademi Ilmu Pertanian Tropis China bersama beberapa perusahaan, sedang diuji coba di Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Yang Guanyu)
Robot penyadap karet alam buatan China dilengkapi dengan sebuah lengan robotik yang dapat bergerak secara fleksibel dan, dengan mengandalkan tracked mobile platform, robot itu dapat bergerak bebas di tengah-tengah perkebunan karet.
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah robot terlihat berhenti di samping sebatang pohon karet, menjulurkan lengan mekanisnya untuk membuat torehan dengan tepat, sementara getah karet atau lateks yang bagaikan susu perlahan mengalir dari pohon tersebut. Di Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (China Academy of Tropical Agricultural Sciences), sebuah robot penyadap karet mobile yang dikembangkan bersama sejumlah perusahaan sedang menjalani uji coba intensif. Robot penyadap karet yang dapat bergerak sendiri itu akan diuji coba pada musim menyadap karet di Hainan pada tahun ini.Sebagai bahan baku industri yang penting, karet alam memiliki berbagai macam penggunaan. Namun, akibat intensitas tenaga kerja yang tinggi dalam proses menyadap karet, jam kerja yang tidak menentu, dan prevalensi penyakit akibat pekerjaan, banyak negara penghasil karet alam, termasuk China, menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja yang semakin meningkat."Pengembangan robot penyadap karet alam bertujuan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh semakin sedikitnya petani karet," kata Cao Jianhua, wakil direktur Institut Penelitian Karet Alam di Akademi Ilmu Pertanian Tropis China. Robot penyadap karet mobile ini mewujudkan integrasi mendalam antara kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi robotika, dan teknik pengelolaan karet alam.Robot tersebut dilengkapi dengan sebuah lengan robotik yang dapat bergerak secara fleksibel dan, dengan mengandalkan tracked mobile platform, robot itu dapat bergerak bebas di tengah-tengah perkebunan karet.Robot tersebut menggabungkan teknologi seperti navigasi medan adaptif, pemosisian di hutan, dan perencanaan jalur otonomos. Semua itu memungkinkan pengendalian terpresisi terhadap kedalaman penorehan pada pohon, ketebalan kupasan, dan pengukuran batang pohon, serta kemampuan beradaptasi terhadap medan yang kompleks.Saat ini, kapasitas menyadap karet robot itu dapat mencapai 80 persen dari proses menyadap karet secara manual, menunjukkan kinerja yang baik secara keseluruhan.Pada 2015, Institut Penelitian Karet Alam di Akademi Ilmu Pertanian Tropis China membentuk sebuah tim yang meneliti proses penyadapan karet secara mekanis. Dalam beberapa tahun terakhir, pisau elektrik portabel untuk menyadap karet yang dikembangkan institut tersebut telah didemonstrasikan di Indonesia, Thailand, dan 13 negara penghasil karet utama lainnya. Mesin penyadap karet terpasang yang dikembangkan oleh institut itu juga telah mulai dipromosikan.Keberhasilan pengembangan robot penyadap karet mobile yang lebih canggih menunjukkan terobosan signifikan China dalam penelitian dan pengembangan (litbang) peralatan untuk menyadap karet yang sepenuhnya otomatis dan pintar."Kami adalah yang pertama memulai penelitian tentang robot penyadap karet dan berada di posisi terdepan di bidang ini secara global," ujar Cao. Robot ini telah diuji coba di provinsi Guangdong, Yunnan, dan Hainan. Kualitas getah karet yang dikumpulkan oleh robot ini juga tidak dapat dibedakan dari yang diperoleh melalui proses penyadapan karet secara manual. Setiap robot mampu menangani pekerjaan menyadap karet di perkebunan karet seluas 50 mu (sekitar 3,33 hektare), sehingga memungkinkan pengembalian biaya pembelian robot dalam waktu satu tahun berdasarkan harga karet alam saat ini.
Foto yang diabadikan pada 4 Maret 2025 ini menunjukkan sebuah robot penyadap karet alam, yang dikembangkan Akademi Ilmu Pertanian Tropis China bersama beberapa perusahaan, sedang diuji coba di Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Yang Guanyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Belanja litbang China capai 3 triliun yuan pada 2022
Indonesia
•
24 Jan 2023

‘Cryptocurrency’ akan jadi komoditas legal di Rusia tahun depan
Indonesia
•
09 Dec 2022

Turbin angin lepas pantai 16 MW mulai beroperasi di China timur
Indonesia
•
24 Jul 2023

Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 137,1 miliar dolar AS pada Maret
Indonesia
•
07 Apr 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
