
China luncurkan satelit baru dengan cetak rekor efisiensi peluncuran

Roket Long March-4C yang mengangkut satelit Yaogan-33 03 lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 7 September 2023. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Roket pengangkut Long March-4C mampu meluncurkan berbagai jenis satelit dengan kebutuhan orbit yang berbeda dan dapat mengirim satu satelit atau beberapa satelit ke orbit dalam sekali peluncuran dengan daya angkut 3 ton pada orbit sirkular sinkron matahari.
Jiuquan, China (Xinhua) – China mengirim satelit pengindraan jarak jauh baru ke luar angkasa dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada Kamis (7/9), mencetak rekor baru untuk efisiensi peluncuran dalam prosesnya.Satelit tersebut, Yaogan-33 03, diluncurkan dengan roket pengangkut Long March-4C (LM-4C) pada pukul 02.14 Waktu Beijing atau 01.14 WIB dan berhasil memasuki orbit yang telah direncanakan.Satelit itu akan digunakan untuk eksperimen ilmiah, survei sumber daya lahan, estimasi hasil panen, serta pencegahan dan bantuan bencana.Ini merupakan misi penerbangan ke-486 roket pengangkut seri Long March.Peluncuran tersebut sekaligus menandai peringatan 35 tahun penerbangan perdana roket seri LM-4.Pada 7 September 1988, roket pengangkut LM-4A menempatkan satelit Fengyun-1 ke luar angkasa, menunjukkan kemampuan China untuk mengirim satelit ke orbit sinkron matahari (sun-synchronous orbit/SSO).Roket LM-4 mampu meluncurkan berbagai jenis satelit dengan kebutuhan orbit yang berbeda dan dapat mengirim satu satelit atau beberapa satelit ke orbit dalam sekali peluncuran dengan daya angkut 3 ton pada orbit sirkular sinkron matahari.Tiga puluh lima tahun kemudian, proses peluncuran roket LM-4 telah dipersingkat secara signifikan, dan mencetak rekor baru pada Kamis itu dengan semua pekerjaan pengujian dan peluncuran dirampungkan dalam waktu 15 hari.Hong Liang, perancang sistem kendali roket pengangkut LM-4C, mengatakan bahwa integrasi dari langkah manajemen digital dan alat otomatis telah meningkatkan efisiensi kerja dan manajemen kualitas roket seri tersebut.Dulu, empat orang membutuhkan waktu dua pekan untuk menyelesaikan pekerjaan desain parameter sistem kendali posisi (attitude control system), sementara saat ini, dengan diperkenalkannya perangkat lunak platform desain kendali otomatis seluruh proses, dengan satu orang saja hanya membutuhkan waktu satu pekan, imbuh Hong.Tim penguji kini sedang menerapkan sistem manajemen digital dalam pekerjaan pengembangan dan pengujian roket tersebut, ujar Zhang Baizheng, perancang roket pengangkut LM-4C.Dibandingkan dengan metode konvensional, sistem digital baru ini memungkinkan pelacakan data pengujian dan merealisasikan transmisi data secara waktu nyata (real-time), sehingga sangat meningkatkan efisiensi pengujian dan mengoptimalkan proses pengujian, menurut Zhang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan di Australia ciptakan plastik alami untuk penggunaan sehari-hari
Indonesia
•
03 Oct 2025

COVID-19 - Tahap dua uji vaksin Rusia selesai 3 Agustus
Indonesia
•
18 Jul 2020

Layanan pengiriman ‘drone’ China rambah pasar luar negeri
Indonesia
•
24 Dec 2024

China luncurkan satelit relai baru untuk komunikasi Bumi-Bulan
Indonesia
•
21 Mar 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
