Rusia bantah terlibat dalam kebocoran pipa gas Nord Stream

Foto yang diabadikan pada 28 April 2022 ini memperlihatkan kantor raksasa energi Rusia Gazprom di Moskow, Rusia. (Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)
Kebocoran pipa gas Nord Stream sedang dalam penyelidikan lebih detail, dan ini dapat memakan waktu satu hingga dua pekan.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu (28/9) menyebut tuduhan bahwa Rusia terlibat dalam kebocoran pipa gas Nord Stream 1 dan 2 sebagai "bodoh dan tidak masuk akal"."Apakah ini untuk kepentingan kami? Tidak, kami akan kehilangan sejumlah rute pasokan gas ke Eropa. Apakah ini untuk kepentingan Eropa? Tidak, mereka juga dalam situasi yang sangat sulit," kata Peskov dalam konferensi pers harian.Dialog dan kerja sama yang cepat dari semua pihak diperlukan untuk mencari tahu apa yang terjadi sesegera mungkin, katanya, seraya menambahkan bahwa raksasa gas Rusia Gazprom, pemilik dari jaringan pipa itu, harus berpartisipasi dalam investigasi tersebut.Kepala diplomat Uni Eropa (UE) Josep Borrell pada Rabu mengatakan kebocoran itu kemungkinan besar akibat sabotase.Dalam sebuah pernyataan yang mengatasnamakan 27 negara anggota UE, Borrell mengatakan blok itu akan mendukung investigasi apa pun yang bertujuan untuk mendapatkan kejelasan penuh tentang apa yang terjadi dan mengapa, serta akan mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan ketahanan UE dalam keamanan energi.Beberapa kebocoran telah terdeteksi awal pekan ini di pipa gas Nord Stream 1 dan 2 di Laut Baltik dekat Denmark dan Swedia, sebuah insiden yang dilaporkan sedang diselidiki sebagai kemungkinan sabotase.
Foto dari udara yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Denmark pada 27 September 2022 ini menunjukkan lokasi kebocoran pipa gas Nord Stream. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark)
Hingga akhir pekan
Direktur Badan Energi Denmark (Danish Energy Agency/DEA) Kristoffer Bottzauw pada Rabu (28/9) mengatakan bahwa kebocoran gas dari jalur pipa Nord Stream akan berlanjut hingga akhir pekan."Kami memperkirakan kebocoran gas akan berlanjut hingga akhir pekan. Gas dalam jumlah besar masih mengalir dari tiga kebocoran. Tampaknya ada penurunan tekanan di pipa, sehingga gas yang mengalir keluar lebih sedikit dibandingkan kemarin, dan kami memperkirakan hal itu juga akan terjadi dalam beberapa hari mendatang," kata kantor berita Denmark Ritzau mengutip pernyataan Bottzauw."Kemudian, mulanya dari pihak Denmark, kami akan mencari penyebabnya dan mendekati pipa-pipa itu agar kami dapat melakukan penyelidikan menyeluruh."Pada Senin (26/9), tiga kebocoran dari pipa Nord Stream 1 dan 2 di perairan internasional terjadi dan dilaporkan. Dua di antaranya berada di zona ekonomi Denmark dan satu berada di zona ekonomi Swedia.
Foto dari udara yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Denmark pada 27 September 2022 ini menunjukkan lokasi kebocoran pipa gas Nord Stream. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

China-Rusia desak AS untuk hapus rencana rudal Asia-Pasifik dan Eropa
Indonesia
•
06 Feb 2022

Jepang amati dengan saksama situasi di Korea Selatan
Indonesia
•
08 Dec 2024

OKI: penembakan Florida bukan cerminan Islam
Indonesia
•
07 Dec 2019

Sedikitnya 25 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza City
Indonesia
•
20 Mar 2025
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026
