
Saat tegang dengan AS, Iran luncurkan pangkalan rudal bawah tanah baru

Peralatan militer dipamerkan dalam parade Hari Angkatan Bersenjata di Teheran, Iran, pada 18 April 2025. (Xinhua/Shadati)
Pangkalan rudal bawah tanah baru milik Iran diresmikan di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat, menjadi bagian dari doktrin militer ofensif dari negara Asia tersebut.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam Iran (Iran's Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) pada Rabu (4/2) meresmikan pangkalan rudal bawah tanah baru di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Fars.
Pangkalan tersebut diresmikan saat kunjungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Abdolrahim Mousavi, dan Seyed Majid Mousavi, selaku komandan Divisi Dirgantara IRGC, menurut laporan tersebut.
Laporan itu juga menambahkan bahwa selama kunjungan tersebut, kemampuan dan kesiapan operasional unit rudal IRGC dinilai, dan para komandan senior angkatan bersenjata Iran diinformasikan mengenai kemajuan dan kesiapan unit strategis tersebut.
Di pangkalan rudal baru itu, Mousavi menyebut bahwa Iran telah berhasil memperkuat kemampuan pencegahan serangan musuh dengan meningkatkan rudal balistik dalam semua dimensi teknis.
"Kami siap menghadapi tindakan apa pun dari musuh. Selain itu, setelah perang 12 hari (dengan Israel pada Juni tahun lalu), kami telah mengubah doktrin militer kami dari defensif menjadi ofensif berdasarkan pendekatan pelaksanaan operasi skala besar dan secepat kilat, sambil mengadopsi peperangan asimetris dan strategi militer yang menghancurkan," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Iran dan AS, mengingat peningkatan kehadiran militer Washington di dekat Iran dan ancaman dari AS yang mendesak Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, atau menghadapi risiko diserang.
Pada Ahad (1/2), Mousavi memperingatkan bahwa respons Iran terhadap kesalahan apa pun yang dilakukan AS akan memicu perang regional, menurut kantor berita resmi IRNA.
"Kesalahan sekecil apa pun akan memberi Iran kebebasan untuk bertindak. Tidak akan ada warga Amerika yang aman dan perang regional akan membakar AS bersama sekutunya," kata Mousavi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak
Indonesia
•
14 Mar 2026

Trump nilai pengerahan pasukan darat di Iran tidak diperlukan
Indonesia
•
03 Mar 2026

Suriah mengeksekusi 24 orang pemicu kebakaran hutan yang mematikan
Indonesia
•
22 Oct 2021

Warga asing curi koleksi Museum Makkah ditangkap
Indonesia
•
10 Nov 2019


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
