
Samsung jadi peminjam terbesar di Korsel di antara 42 konglomerasi yang diawasi bank

Seorang staf Samsung Electronics memperkenalkan ponsel pintar lipat tiga terbaru dari perusahaan tersebut pada acara peluncuran produk di Seoul, Korea Selatan, pada 2 Desember 2025. (Xinhua/Yao Qilin)
Samsung Group ditetapkan sebagai peminjam terbesar di Korea Selatan di antara 42 konglomerasi lokal yang berada di bawah pengawasan perbankan.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Samsung Group ditetapkan sebagai peminjam terbesar di Korea Selatan (Korsel) di antara 42 konglomerasi lokal yang berada di bawah pengawasan perbankan, menurut data otoritas pengawas keuangan pada Selasa (26/5).
Sebanyak 42 kelompok bisnis ditetapkan sebagai ‘kelompok debitur utama’ yang memiliki total pinjaman lebih dari 2,56 triliun won atau setara 1,7 miliar dolar AS serta kredit perbankan yang belum dilunasi senilai lebih dari 1,50 triliun won atau sekitar 995,7 juta dolar AS pada akhir 2025, menurut Layanan Pengawasan Keuangan.
*1 won = 11,7 rupiah
**1 dolar AS = 17.743 rupiah
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2014, ketika kelompok yang diseleksi juga berjumlah 42. Kelompok debitur tersebut diwajibkan menjalani evaluasi kesehatan finansial tahunan oleh bank kredit utama mereka akibat tingginya tingkat utang.
Samsung Group naik ke posisi teratas dalam delapan tahun, setelah berada di peringkat ketiga pada tahun sebelumnya. Samsung diikuti oleh Hyundai Motor Group, SK, Lotte, dan LG.
Dibanding daftar dengan 41 kelompok pada tahun sebelumnya, empat kelompok baru ditambahkan sementara tiga kelompok lainnya dihapus dari daftar pengawasan.
Kredit perbankan yang disalurkan kepada 42 kelompok debitur utama tersebut mencapai total 386,9 triliun won atau sekitar 256,8 miliar dolar AS pada akhir 2025, sementara total pinjaman mereka mencapai 743,9 triliun won atau sekitar 493,8 miliar dolar AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Analis perkirakan lebih banyak lapangan kerja akan hilang di AS tahun depan
Indonesia
•
20 Oct 2022

ADB proyeksikan perekonomian berkembang di Asia dan Pasifik tumbuh 4,9 persen pada 2024 dan 2025
Indonesia
•
13 Apr 2024

Halifax: Harga rumah di Inggris turun selama 4 bulan berturut-turut
Indonesia
•
08 Aug 2023

Lockheed Martin masuk dalam daftar entitas tidak tepercaya oleh China
Indonesia
•
03 Jan 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
