Wawancara – Arab Saudi targetkan tarik 5 juta wisatawan China pada 2030

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2022 ini memperlihatkan pemandangan jalan di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Wang Haizhou)
Kementerian Pariwisata Arab Saudi mengumumkan bahwa negara itu telah menerima 106,2 juta wisatawan domestik dan mancanegara pada 2023, menandai peningkatan 56 persen dari 2019 dan 12 persen dari 2022.
St. Gallen, Swiss (Xinhua) – Arab Saudi menargetkan untuk menarik 5 juta wisatawan China pada 2030 nanti, demikian disampaikan Gloria Guevara, kepala penasihat khusus di Kementerian Pariwisata Arab Saudi."China merupakan negara yang sangat penting dan pasar utama bagi kami. Kami ingin menarik 5 juta wisatawan China, itulah targetnya, dan untuk itu kami memiliki beberapa strategi sebagai bagian dari satu rencana yang kami jalankan," kata Guevara kepada Xinhua di Simposium St. Gallen ke-53.Simposium St. Gallen merupakan sebuah organisasi yang digerakkan oleh para mahasiswa dan merupakan platform untuk dialog dan kolaborasi lintas generasi. Acara tahun ini, yang digelar pada 2-3 Mei dengan tema ‘Menghadapi Kelangkaan’ (Confronting Scarcity), menghadirkan lebih dari 100 pembicara, 500 sukarelawan mahasiswa, dan 1.200 peserta.Salah satu bagian dari Visi 2030 Arab Saudi adalah menerima 100 juta wisatawan domestik dan mancanegara per 2030, kata Guevara, seraya menambahkan, "Kami telah mencapainya tujuh tahun lebih awal."Kementerian Pariwisata Arab Saudi pada Februari mengumumkan bahwa negara itu telah menerima 106,2 juta wisatawan domestik dan mancanegara pada 2023, menandai peningkatan 56 persen dari 2019 dan 12 persen dari 2022."Kabar baiknya adalah pertumbuhan terus berlanjut dan sekarang pada 2030 nanti, kami ingin angka tersebut menjadi 150 juta," kata Guevara.Pada Agustus tahun lalu, Otoritas Pariwisata Saudi (Saudi Tourism Authority/STA) mengatakan bahwa pihaknya menargetkan untuk dapat menarik 4 juta pengunjung China setiap tahunnya pada 2030."STA di bawah CEO Fahd Hamidaddin telah berkunjung ke China beberapa kali, kami memiliki kantor di sana. Kami mengadakan pekan Saudi, dan kami menyambut 85.000 warga China yang datang ke acara tersebut dan belajar sekilas tentang Saudi," kata Guevara.
Foto yang diabadikan pada 4 Desember 2022 ini memperlihatkan Kingdom Centre Tower di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Wang Dongzhen)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Neraca perdagangan Indonesia surplus 1,96 miliar dolar AS pada Januari 2021
Indonesia
•
27 Feb 2021

BPS catat ekspor pada triwulan II 2022 tumbuh 19,74 persen
Indonesia
•
05 Aug 2022

Inflasi di zona euro turun jadi 2,4 persen pada November 2023
Indonesia
•
02 Dec 2023

Sanksi AS targetkan kilang Rusia, harga minyak dekati 120 dolar AS
Indonesia
•
03 Mar 2022
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
