
China luncurkan 14 satelit baru

Roket pengangkut Long March-2D yang membawa 14 satelit baru lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi, China utara, pada 15 Januari 2023. (Xinhua/Wang Xiaohu)
Satelit optik beresolusi tinggi Qilu-2 dan satelit optik petak lebar Qilu-3 akan menyediakan layanan penginderaan jauh untuk survei tanah, pertanian, kehutanan, perlindungan lingkungan, serta pencegahan dan mitigasi bencana di Provinsi Shandong, China timur, sambil berkoordinasi dengan satelit Qilu-1 di orbit.
Taiyuan, China (Xinhua) – China berhasil meluncurkan roket Long March-2D pada Ahad (15/1), mengirim 14 satelit baru ke luar angkasa.Roket tersebut lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi, China utara, pada pukul 11.14 Waktu Beijing (10.14 WIB).Seluruh satelit tersebut, termasuk Qilu-2 dan Qilu-3, telah memasuki orbit yang direncanakan.Qilu-2 dan Qilu-3 masing-masing adalah satelit optik beresolusi tinggi dan satelit optik petak lebar, dengan muatan perangkat pencitraan optik untuk pengamatan Bumi.Satelit-satelit tersebut akan menyediakan layanan penginderaan jauh untuk survei tanah, pertanian, kehutanan, perlindungan lingkungan, serta pencegahan dan mitigasi bencana di Provinsi Shandong, China timur. Satelit-satelit itu juga akan berkoordinasi dengan satelit Qilu-1 di orbit.Ini adalah misi penerbangan ke-462 yang menggunakan seri roket Long March.Roket Long March-2D dikembangkan oleh Shanghai Academy of Spaceflight Technology, anak perusahaan dari China Aerospace Science and Technology Corporation.Terkenal atas keandalan dan kemampuannya untuk beradaptasi, roket ini dapat memenuhi berbagai permintaan peluncuran untuk satu satelit dan rangkaian satelit dalam tata letak rangkaian atau paralel pada roket. Dalam misi ini, roket tersebut membawa 14 satelit dari tujuh pengembang berbeda.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sistem pelatihan cerdas pertama untuk penyelamatan kebakaran hutan skala besar diluncurkan di China
Indonesia
•
19 Feb 2025

Artefak kuno ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
02 Dec 2022

COVID-19 – Ahli: Koktail antibodi efektif pada tahap awal
Indonesia
•
03 Nov 2020

Ikan sturjen yang terancam punah terlihat di hulu Sungai Yangtze
Indonesia
•
21 Aug 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
