
Satelit relai China beroperasi lancar, siap dukung misi Bulan global

Foto yang diabadikan menggunakan kamera braket satelit di roket pengangkut Long March-8 pada 20 Maret 2024 ini menunjukkan satelit relai Queqiao-2 (tengah) yang berhasil memisahkan diri dari roket pengangkut dengan sayap surya dan antenanya yang berhasil dibuka. (Xinhua/Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Satelit relai China untuk misi pendaratan di Bulan, Queqiao-2, akan mendukung upaya eksplorasi Bulan di masa depan oleh negara-negara lain.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Queqiao-2, satelit relai China untuk misi pendaratan di Bulan, akan mendukung upaya eksplorasi Bulan di masa depan oleh negara-negara lain, menurut Laboratorium Eksplorasi Luar Angkasa Dalam milik negara itu.Satelit tersebut, yang mendukung komunikasi Bumi-Bulan untuk misi Chang'e-6 China yang berhasil mengambil sampel dari sisi jauh Bulan, akan menyediakan layanan relai untuk misi-misi Bulan dari China dan negara-negara lain, ungkap laboratorium tersebut pada Senin (19/5).Diluncurkan pada Maret tahun lalu, Queqiao-2, yang juga dikenal sebagai Magpie Bridge 2, dilengkapi dengan tiga muatan ilmiah, yaitu kamera ultraviolet ekstrem, pencitra atom netral energetik berkode dua dimensi dan sistem eksperimen very-long-baseline interferometry (VLBI) Bumi-Bulan.Satelit tersebut telah beroperasi secara stabil di orbit selama 14 bulan, melakukan tugas-tugas ilmiah termasuk pencitraan skala besar untuk lapisan plasma dan magnetosfer Bumi, serta eksperimen VLBI dalam sistem Bumi-Bulan, menurut laboratorium itu.Kamera ultraviolet ekstrem satelit menangkap citra ionosfer global 83,4 nanometer pertama, memberikan data penting untuk mempelajari dampak aktivitas Matahari pada lapisan plasma.Sistem eksperimen VLBI satelit, yang berkoordinasi dengan Teleskop Radio Shanghai 65m, memperluas garis dasar pengamatan hingga 380.000 kilometer dan berhasil mengamati target-target luar angkasa dalam (deep-space) seperti sumber radio A00235 dan pengorbit (orbiter) Chang'e-6.Queqiao-2 siap memainkan peran penting dalam misi Chang'e-7 dan Chang'e-8 China di masa depan.China berencana meluncurkan misi Chang'e-7 sekitar tahun 2026 untuk mengeksplorasi lingkungan dan sumber daya di kutub selatan Bulan. Misi Chang'e-8, yang rencananya akan dilaksanakan sekitar 2028, akan melakukan eksperimen untuk pemanfaatan sumber daya Bulan di lokasi (in-situ).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China temukan mekanisme yang pengaruhi perkembangan kanker pankreas
Indonesia
•
16 Feb 2023

Ahli biologi China temukan material nano baru untuk tingkatkan fotosintesis tanaman
Indonesia
•
11 Mar 2025

Tim peneliti China kembangkan alat pacu jantung mikro seukuran kapsul berdaya mandiri
Indonesia
•
27 Jan 2026

Feature – Robot humanoid jadi tren wisata baru di China, industri ini diproyeksi bernilai Rp2.600 triliun
Indonesia
•
03 Jun 2026


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
