Harimau Siberia yang terancam punah terdeteksi di China timur laut

Seekor harimau Siberia berjalan di atas salju di Taman Harimau Siberia di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 17 November 2023. (Xinhua/Wang Jianwei)
Seekor harimau Siberia liar terdeteksi di sebuah area hutan di Provinsi Heilongjiang, China timur laut, yang mengindikasikan peningkatan lingkungan ekologis setempat yang terus berlangsung.
Harbin, China (Xinhua) – Seekor harimau Siberia liar terdeteksi di sebuah area hutan di Provinsi Heilongjiang, China timur laut, yang mengindikasikan peningkatan lingkungan ekologis setempat yang terus berlangsung, menurut sejumlah petugas jagawana.Jejak kaki dan feses yang diduga milik seekor harimau Siberia ditemukan oleh sejumlah petugas jagawana saat melakukan patroli rutin di area agroforestri Heping yang dinaungi oleh Muling Forestry Bureau Co., Ltd., ujar petugas jagawana Wang Daohui.Wang menuturkan bahwa sejumlah petugas jagawana tersebut kemudian memeriksa kamera inframerah di area itu dan menyaksikan apa yang menyerupai sebagai seekor harimau dewasa liar.Pengujian DNA terhadap feses harimau itu yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kucing (Feline Research Center) Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China mengonfirmasi bahwa hewan tersebut adalah seekor harimau jantan dewasa baru, alih-alih harimau yang diselamatkan dan dilepasliarkan setelahnya ke alam bebas pada 2021 lalu."Ini merupakan harimau Siberia dewasa liar kelima yang terdeteksi di area hutan Muling dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan kekayaan keanekaragaman hayati dan lingkungan ekologis yang telah dipulihkan secara efektif di area ini," tutur Guo Jianjun, kepala Kantor Pengelolaan Taman Hutan Nasional Gunung Liufeng yang dinaungi oleh Muling Forestry Bureau Co., Ltd.Harimau Siberia, yang juga dikenal sebagai harimau Amur, merupakan salah satu satwa paling terancam punah di dunia. Sebagian besar hewan tersebut hidup di Rusia Timur Jauh dan China timur laut. Saat ini, sekitar 500 ekor harimau Siberia diyakini hidup di alam liar.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Peneliti China temukan sistem baru untuk pengelompokan fungsional protein
Indonesia
•
05 Jul 2023

COVID-19 – Penelitian: Vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif lawan Omicron
Indonesia
•
18 Jan 2022

China luncurkan sejumlah langkah baru untuk perdalam reformasi pasar Papan Iptek
Indonesia
•
21 Jun 2024

Peneliti ungkap Ledakan Kambrium berhubungan dengan peningkatan kadar oksigen di laut
Indonesia
•
18 Jul 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
