
Penelitian di Australia temukan pendekatan baru untuk obati kanker agresif

Ilustrasi. (Angiola Harry on Unsplash)
Sekelompok protein pemicu kanker yang disebut protein EYA bekerja erat dengan protein lain yang disebut PLK1 untuk menjaga sel tumor tetap hidup. Namun, jika kedua protein itu dihambat secara bersamaan, sel kanker tidak dapat bertahan hidup.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia menemukan pendekatan baru yang menjanjikan untuk mengobati beberapa jenis kanker agresif yang sangat sulit disembuhkan.Tim peneliti di Children's Medical Research Institute (CMRI) di Australia meneliti protein yang memicu pertumbuhan kanker, termasuk neuroblastoma, jenis kanker pada anak-anak, dan glioblastoma, salah satu kanker otak paling berbahaya dan tumbuh dengan cepat, menurut pernyataan CMRI pada Jumat (21/11).Salah satu tantangan terbesar dari jenis kanker tersebut adalah sering kali penyakit itu menjadi kebal terhadap pengobatan, kata pernyataan itu.Para peneliti menemukan bahwa sekelompok protein pemicu kanker yang disebut protein EYA bekerja erat dengan protein lain yang disebut PLK1 untuk menjaga sel tumor tetap hidup. Mereka menemukan bahwa jika kedua protein itu dihambat secara bersamaan, sel kanker tidak dapat bertahan hidup. Hal ini dikenal sebagai interaksi letal sintetis, yang berarti sel kanker bergantung pada kedua protein tersebut, dan kehilangan keduanya berakibat fatal bagi sel kanker tersebut.Studi yang diterbitkan dalam Genes & Development tersebut meneliti obat-obatan yang mampu memblokir kedua protein itu, sekaligus mengungkap cara baru untuk menargetkan sel-sel kanker yang telah kebal terhadap pengobatan lain, kata pernyataan CMRI.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Siswa SMA buat bioplastik dari pati biji karet
Indonesia
•
10 Nov 2019

Saham CrowdStrike anjlok akibat gangguan TI global
Indonesia
•
20 Jul 2024

Penemuan berlian bersama emas di Far North Kanada berikan petunjuk sejarah awal Bumi
Indonesia
•
07 Oct 2020

Kondisi iklim purba beri petunjuk tentang perubahan pola musim hujan Asia Selatan di masa depan
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
