
Ilmuwan China kembangkan sel bahan bakar hidrogen berperforma tinggi

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 18 Juni 2019 ini menunjukkan anggota tim penelitian sedang melakukan eksperimen di Fakultas Teknik Mesin Universitas Tianjin. (Xinhua)
Sel bahan bakar hidrogen dianggap sebagai salah satu teknologi paling menjanjikan dalam penerapan energi hidrogen. Namun, upaya meningkatkan densitas daya volumetriknya masih menjadi tantangan teknis yang signifikan.
Tianjin, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China berhasil mengembangkan sel bahan bakar membran penukar proton (proton exchange membrane fuel cell) dengan densitas daya volumetrik ultratinggi, lebih dari 80 persen lebih tinggi dibandingkan kinerja sel bahan bakar membran pada umumnya.Jiao Kui, seorang profesor di Fakultas Teknik Mesin Universitas Tianjin, bersama timnya mendesain ulang arsitektur sel bahan bakar membran penukar proton dengan menggabungkan komponen-komponen baru dan mengoptimalkan rute transfer gas-air-listrik-panas.Tim tersebut menciptakan sel bahan bakar ultratipis yang memiliki densitas daya ultratinggi. Mereka menghilangkan lapisan difusi gas konvensional dan saluran aliran menggunakan film nanoserat karbon ultratipis yang dihasilkan oleh teknologi pemintalan listrik (electrospinning) dan busa logam (metal foam).Kemajuan ini mengontribusikan pengurangan 90 persen pada ketebalan rakitan elektrode membran dan pengurangan 80 persen pada hilangnya transfer massa yang disebabkan oleh difusi reaktan, hampir dua kali lipat dari densitas daya volumetrik sel bahan bakar.Tim peneliti tersebut memperkirakan bahwa densitas puncak daya volumetrik dari tumpukan sel bahan bakar yang menggunakan struktur baru ini akan mencapai 9,8 kilowatt per liter.Sel bahan bakar hidrogen dianggap sebagai salah satu teknologi paling menjanjikan dalam penerapan energi hidrogen. Namun, upaya meningkatkan densitas daya volumetriknya masih menjadi tantangan teknis yang signifikan.Terobosan ini tidak hanya memberikan panduan penting untuk memajukan teknologi sel bahan bakar membran penukar proton, tetapi juga menunjukkan sebuah lompatan yang menjanjikan di bidang energi bersih.Pada Kamis (28/12/2023), temuan-temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal penelitian energi kenamaan internasional, Joule.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran pamerkan manuver sistem pertahanan udara buatan dalam negeri
Indonesia
•
01 Mar 2023

Feature – China promosikan bambu sebagai pengganti plastik yang ramah lingkungan
Indonesia
•
07 Jun 2024

El Nino kuat diprediksi melanda hingga 2027, Selandia Baru waspadai kekeringan dan kebakaran hutan
Indonesia
•
02 Jul 2026

COVID-19 – Ilmuwan Rusia publikasikan hasil uji klinis vaksin Sputnik V
Indonesia
•
07 Sep 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
