Teleskop FAST China deteksi lengkungan cahaya dalam semburan gelombang radio cepat

Foto panorama dari udara yang diabadikan pada 13 Februari 2023 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Semburan gelombang radio cepat merupakan kilatan gelombang radio misterius yang berlangsung hanya beberapa seperseribu detik yang pada 2016 dikonfirmasi berasal dari jagat raya, dan masih belum ada penjelasan mengenai asal-usulnya.
Beijing, China (Xinhua) – Untuk pertama kalinya, para astronom berhasil mendeteksi lengkungan cahaya (scintillation arc) dalam spektrum semburan gelombang radio cepat (fast radio burst/FRB) menggunakan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China, yang merupakan teleskop radio dengan piringan tunggal terbesar dan paling sensitif di dunia.FRB merupakan kilatan gelombang radio misterius yang berlangsung hanya beberapa seperseribu detik yang pada 2016 dikonfirmasi berasal dari jagat raya. Masih belum ada penjelasan mengenai asal-usulnya.Sebuah kelompok internasional yang dipimpin oleh tim peneliti dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China mempresentasikan analisis cahaya antarbintang itu dari FRB 20220912A selama periode paling aktifnya di 2022.Menurut studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science China Physics, Mechanics & Astronomy, lengkungan tersebut menunjukkan bahwa cahaya itu kemungkinan disebabkan oleh medium antarbintang yang terionisasi, atau materi yang mengisi ruang di antara bintang-bintang.Penemuan tersebut memberikan sebuah pendekatan baru dalam meneliti medium semburan gelombang radio cepat dan kemungkinan gerakan orbitnya.Para peneliti juga melaporkan metode mereka dalam mendeteksi lengkungan cahaya itu, yang secara umum dapat diterapkan pada sumber yang memiliki semburan atau denyut yang jaraknya tidak beraturan, menurut studi tersebut.James Cordes dari Cornell University mengatakan bahwa metode yang digunakan dalam studi itu dapat membantu menemukan galaksi induk FRB dan medium antarbintang di Bima Sakti.Terletak di daerah dengan depresi karst yang dalam dan melingkar secara alami di Provinsi Guizhou, China barat daya, FAST mulai beroperasi secara resmi pada Januari 2020. FAST diyakini sebagai teleskop radio paling sensitif di dunia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Spesies burung terancam punah terlihat di cagar alam China utara
Indonesia
•
15 Mar 2023

China berhasil kembangbiakkan ikan langka ‘sturgeon’ china generasi ketiga secara buatan
Indonesia
•
29 Nov 2025

China bangun antena pertama untuk susunan teleskop radio terbesar di dunia
Indonesia
•
02 Oct 2023

Pesawat amfibi AG600M buatan China rampungkan uji penerbangan cuaca dingin
Indonesia
•
19 Feb 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
