
Peneliti dari China dan Pakistan kembangkan metode baru untuk obati penyakit ‘celiac’

Aman Khan (kiri), seorang peneliti pascadoktoral (postdoctoral fellow) asal Pakistan di Universitas Lanzhou, melaporkan status pertumbuhan probiotik yang diisolasi kepada pembimbingnya, Li Xiangkai, seorang profesor dari kelompok mikrobiologi lingkungan di bawah naungan Universitas Lanzhou, di laboratorium Universitas Lanzhou di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 24 Mei 2023. (Xinhua)
Penyakit celiac, gangguan kekebalan yang dipicu oleh konsumsi gluten, cukup umum didapati di negara-negara Asia termasuk Pakistan, karena warganya banyak menyantap makanan yang terbuat dari tepung, yang mengandung gluten.
Lanzhou, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti internasional berhasil mengembangkan metode baru untuk mengobati penyakit celiac, demikian disampaikan pihak Universitas Lanzhou di Provinsi Gansu, China barat laut.Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari China, Pakistan, dan negara lainnya itu telah dipublikasikan dalam jurnal Food Research International.Aman Khan, pemimpin penelitian tersebut sekaligus peneliti pascadoktoral (postdoctoral fellow) asal Pakistan di Universitas Lanzhou, selama beberapa tahun telah terlibat dalam penelitian yang berkaitan dengan pengobatan penyakit celiac.Menurut Aman, penyakit celiac, gangguan kekebalan yang dipicu oleh konsumsi gluten, cukup umum didapati di negara-negara Asia termasuk Pakistan, karena warganya banyak menyantap makanan yang terbuat dari tepung, yang mengandung gluten. Dia berharap dapat menggunakan ilmunya untuk membantu orang-orang yang mengidap gangguan ini.Terinspirasi dan didukung oleh pembimbingnya, Li Xiangkai, seorang profesor dari kelompok mikrobiologi lingkungan di Universitas Lanzhou, Aman berhasil mengisolasi galur bakteri probiotik dari roti beragi Pakistan yang difermentasi dan menggunakannya dalam mencegah timbulnya penyakit celiac.Menurut Aman, ide pengobatan penyakit celiac ini diambil dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh kelompok mereka. Penelitian terdahulu ini mengisolasi sebuah galur probiotik dari ‘Jiangshui’, makanan fermentasi tradisional China, yang dapat menurunkan asam urat dan mengatur mikrobiota usus. Mereka kemudian membuat yoghurt dengan galur tersebut dan melakukan uji coba pada manusia selama dua bulan terhadap 120 sukarelawan yang menderita hiperurisemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yoghurt Jiangshui menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam menurunkan asam urat.Dipandu oleh pembimbingnya, Aman dan anggota timnya berhasil mengisolasi galur bakteri probiotik yang disebut LZU-GM dari roti beragi Pakistan yang difermentasi dan menyelesaikan serangkaian eksperimen pada tikus."Menurut hasil eksperimen dan analisis integratif kami, LZU-GM yang diisolasi memberikan bukti bahwa galur tersebut dapat meredam efek buruk dari makanan aditif gluten dan menyeimbangkan mikrobiota usus pada tikus," kata Aman, seraya menambahkan bahwa uji klinis lebih lanjut akan diperlukan untuk menentukan keamanan dan efikasi probiotik dari roti beragi yang difermentasi sebagai pengobatan penyakit celiac.Li Xiangkai mengatakan mereka akan membuat yoghurt dengan galur LZU-GM yang diisolasi dari roti beragi Pakistan dan terus melakukan eksperimen terkait. "Kami yakin solusi baru ini akan menjadi agen terapeutik tambahan dalam mengobati penyakit celiac," tambah Li.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ketika keajaiban kuantum dapat terlihat oleh mata: Sains di balik penghargaan Nobel Fisika 2025
Indonesia
•
08 Oct 2025

LIPI temukan 10 taksa baru burung di Sulteng dan Malut
Indonesia
•
15 Jan 2020

Peneliti China ungkap rahasia adaptasi yak dengan lingkungan rendah oksigen
Indonesia
•
15 Sep 2022

iPhone terancam tak berfungsi jika tak ganti desain ‘charger’ sesuai UU Uni Eropa
Indonesia
•
08 Jun 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
