
Seorang remaja Palestina tewas ditembak tentara Israel di Tepi Barat bagian utara

Para pelayat menghadiri pemakaman pemuda Palestina bernama Mohammad Rajeh Nasrallah, yang tewas akibat serangan pasukan Israel, di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 28 Januari 2026. (Xinhua/Mamoun Wazwaz)
Seorang remaja Palestina tewas akibat luka yang dideritanya usai ditembak oleh militer Israel di Tepi Barat bagian utara.
Ramallah/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Kesehatan Palestina pada Ahad (22/2) mengumumkan kematian seorang remaja Palestina yang tewas akibat luka yang dideritanya usai ditembak oleh militer Israel di Tepi Barat bagian utara.
Dalam sebuah pernyataan singkat, kementerian itu menyampaikan bahwa Mohammed Hanani (17) tewas akibat luka parah yang dideritanya setelah ditembak oleh tentara Israel pada Sabtu (21/2) malam waktu setempat di Kota Beit Furik, Nablus timur, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sejumlah saksi mata dan narasumber keamanan menuturkan kepada Xinhua bahwa pasukan Israel menyerang kota itu pada Sabtu malam dan mulai menggeledah rumah-rumah warga.
Mereka menambahkan bahwa tentara Israel melepaskan tembakan ke arah dua pemuda, yang salah satunya terkena di bagian kepala dan kemudian meninggal dunia di rumah sakit, sementara lainnya, yang berusia 16 tahun, tertembak di bagian kaki.
Dalam pernyataannya, militer Israel pada Ahad menguraikan bahwa tentaranya telah menembak mati seorang pria Palestina dan melukai lainnya di Tepi Barat, dan menyebut mereka sebagai militan.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan bahwa pada Sabtu, di area Beit Furik di sebelah tenggara Kota Nablus, sejumlah tentara mengidentifikasi dua "teroris" mendekati mereka sambil membawa bahan peledak.
"Untuk menghilangkan ancaman, tentara itu melepaskan tembakan ke arah teroris tersebut, menewaskan salah satu di antaranya dan melumpuhkan lainnya," papar pernyataan itu.
Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang dikuasai oleh Israel dalam Perang Timur Tengah 1967, mengalami eskalasi kekerasan yang berkelanjutan sejak 7 Oktober 2023, bersamaan dengan konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza. Menurut data statistik Palestina, lebih dari 1.080 warga Palestina tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak tanggal itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS siapkan puluhan pesawat pengisian bahan bakar, isyarat perang lebih besar terhadap Iran
Indonesia
•
18 Jul 2026

Ketua The Fed Jerome Powell diselidiki Kejaksaan AS terkait dana renovasi kantor pusat
Indonesia
•
14 Jan 2026

Arab Saudi bersihkan 6.323 ranjau dan bahan peledak di Yaman
Indonesia
•
01 Jun 2026

Dana beku Rusia 4 miliar euro dipakai Uni Eropa untuk Ukraina
Indonesia
•
02 Oct 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
