
China gunakan sistem augmentasi berbasis satelit BeiDou dalam survei jalur kereta

Sebuah cip komunikasi Sistem Satelit Navigasi BeiDou-3 China dipajang pada Pameran Teknologi Tinggi Internasional Kota Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mianyang) China ke-10 di Mianyang, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 16 November 2022. (Xinhua/Tang Wenhao)
Sistem augmentasi berbasis satelit BeiDou di jalur kereta seksi Wufeng-Enshi akan semakin meningkatkan efisiensi survei jalur kereta, dan meletakkan fondasi untuk layanan informasi geografis berpresisi tinggi dari survei dan desain cerdas.
Wuhan, China (Xinhua) – China akan menggunakan sistem augmentasi berbasis satelit BeiDou (BeiDou satellite-based augmentation system/BDSBAS) untuk menyediakan layanan pemosisian berpresisi tinggi dalam survei dan konstruksi jalur kereta, demikian disampaikan China Railway Siyuan Survey and Design Group Co., Ltd.Empat stasiun pengamatan berbasis satelit dan 12 stasiun pengamatan berbasis darat akan didirikan di sepanjang jalur kereta seksi Wufeng-Enshi di Provinsi Hubei, China tengah.Ini pertama kalinya BDSBAS akan digunakan di bidang survei jalur kereta cerdas, menurut perusahaan tersebut.Para pengguna dapat mengakses layanan penentuan posisi hingga tingkat sentimeter secara waktu nyata (real-time) setelah menerima sinyal yang relevan melalui jaringan nirkabel atau komunikasi satelit ke bumi (satellite-to-earth).Dibandingkan dengan sistem augmentasi berbasis darat BeiDou (BeiDou ground-based augmentation system/BDGBAS), BDSBAS lebih efisien dalam konstruksi jaringan dan pemosisian konstan jarak jauh di daerah pegunungan.Konstruksi BDSBAS dan BDGBAS di jalur kereta seksi Wufeng-Enshi akan semakin meningkatkan efisiensi survei jalur kereta, dan meletakkan fondasi untuk layanan informasi geografis berpresisi tinggi dari survei dan desain cerdas, ungkap perusahaan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei luncurkan ekosistem perangkat lunak cip berbasis ‘Open-Source’
Indonesia
•
08 Aug 2025

China uji terbang empat prototipe pesawat amfibi AG600M
Indonesia
•
26 Feb 2023

Studi sebut fosil paus purba yang ditemukan di Peru mungkin hewan terberat sepanjang masa
Indonesia
•
04 Aug 2023

Gelang pintar bantu orangtua temukan anak tersesat di Masjidil Haram
Indonesia
•
25 Apr 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
