
China prioritaskan standar AI dan transportasi ketinggian rendah untuk 2025

Foto yang diabadikan pada 13 November 2024 ini menunjukkan "Land Aircraft Carrier", mobil terbang yang dikembangkan oleh produsen kendaraan listrik China XPENG, di area ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy) Airshow China di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Deng Hua)
Transportasi ketinggian rendah (low-altitude transport) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi prioritas utama Kementerian Transportasi China untuk agenda tahun 2025.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Transportasi China mendesak upaya untuk mempercepat pengembangan standar bagi kolaborasi jalan raya dan udara dalam mendukung transportasi ketinggian rendah (low-altitude transport) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dengan menyoroti sektor-sektor ini sebagai prioritas utama untuk agenda tahun 2025.Arahan tersebut dirilis dalam pertemuan pada Jumat (7/2), yang dalam kesempatan itu rencana penyerahan tugas untuk peningkatan standar industri transportasi pada 2024 hingga 2027 disetujui, ungkap pernyataan dari kementerian tersebut.Langkah-langkah harus diambil untuk mempromosikan transportasi cerdas sebagai bagian dari program percontohan nasional untuk standardisasi layanan, yang bertujuan untuk membuat industri transportasi negara ini lebih cerdas dan lebih digital, demikian menurut pihak kementerian.Dalam beberapa tahun terakhir, China telah aktif memajukan transportasi dan logistik ketinggian rendah, dengan drone memainkan peranan penting dalam layanan pengiriman jarak pendek, lintas daerah, dan dalam kota.Data dari kementerian itu menunjukkan sekitar 2,7 juta paket dikirim menggunakan drone di seluruh China pada 2024.Menurut laporan perkembangan logistik ketinggian rendah China yang dirilis oleh Linksum Institute of Digital Industry, skala pasar industri tersebut berkembang dari 27,18 miliar yuan pada 2020 menjadi 58,18 miliar yuan pada 2023. Proyeksi menunjukkan pasar tersebut berpotensi mencapai 120 hingga 150 miliar yuan pada 2025.*1 yuan = 2.241 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

FMIPA UI temukan spesies baru bakteri tahan panas
Indonesia
•
20 May 2026

CEO Thyssenkrupp sebut transisi energi China hadirkan lebih banyak peluang pasar
Indonesia
•
18 Oct 2023

Penelitian evolusi dan diversifikasi kacang tanah beri referensi bagi praktik pemuliaan tanaman
Indonesia
•
15 Aug 2024

Koridor energi bersih terbesar di dunia catatkan kenaikan ‘output’ listrik pada 2023
Indonesia
•
15 Feb 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
