
Menlu Inggris kecam pembunuhan warga sipil di Gaza

Seorang anak Palestina terlihat di sebuah tenda untuk para pengungsi di pesisir Gaza City pada 18 Juli 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Sistem pengiriman bantuan yang baru diterapkan oleh Israel di Gaza adalah hal yang "tidak manusiawi, berbahaya, dan merampas martabat kemanusiaan warga Gaza."
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Lammy pada Senin (21/7) mengecam pembunuhan warga sipil di Gaza dan mengkritik model distribusi bantuan Israel sebagai hal yang "tidak manusiawi," menyusul dukungan Inggris untuk pernyataan bersama internasional yang mendesak diakhirinya konflik tersebut."Saya benar-benar mengutuk pembunuhan warga sipil yang berupaya memenuhi kebutuhan dasar mereka," ujar Lammy kepada para anggota parlemen di House of Commons, majelis rendah parlemen Inggris."Pemerintah Israel harus bertanggung jawab atas justifikasi militer apa yang dapat diberikan atas serangan yang telah menewaskan anak-anak yang putus asa dan kelaparan," tuturnya.Sembari menegaskan kembali dukungannya terhadap hak Israel atas keamanan dan eksistensinya, Lammy memperingatkan bahwa tindakan negara itu saat ini "menyebabkan kerusakan yang tak terkira terhadap posisi Israel di dunia dan merongrong keamanan jangka panjangnya."Lammy menyebut sistem pengiriman bantuan yang baru diterapkan oleh Israel di Gaza sebagai hal yang "tidak manusiawi, berbahaya, dan merampas martabat kemanusiaan warga Gaza." Dia menambahkan bahwa hal itu "bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang telah lama ada" dengan memaksa warga sipil, termasuk anak-anak, untuk "berebut kebutuhan hidup dasar secara tidak aman."
Seorang pria melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan yang hancur di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 19 Maret 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Warga Palestina mengangkut jenazah seorang korban pascaserangan <em>drone</em> Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church), di Rumah Sakit Baptis di Gaza City pada 17 Juli 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: Lebih dari 1 Juta orang di Gaza masih sangat membutuhkan bantuan ‘shelter’
Indonesia
•
03 Jan 2026

Feature – Serial drama TV antikemiskinan China diterjemahkan untuk para pemirsa di Arab
Indonesia
•
14 Dec 2022

Serangan Israel berlanjut, warga Palestina yang tewas di Gaza bertambah jadi 29.195
Indonesia
•
22 Feb 2024

Jajak pendapat: Warga Australia tuntut perlindungan daring yang lebih ketat bagi anak-anak
Indonesia
•
01 May 2025


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
