
China akan luncurkan hingga 3 satelit cadangan BeiDou pada 2023

Cip komunikasi Sistem Satelit Navigasi BeiDou-3 China dipajang di ajang China (Mianyang) Science and Technology City International High-Tech Expo ke-10 di Mianyang, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 16 November 2022. (Xinhua/Tang Wenhao)
Sistem Satelit Navigasi BeiDou menyediakan layanan komunikasi pesan singkat global dan regional, pencarian dan penyelamatan internasional, pemosisian titik tunggal yang presisi, serta peningkatan berbasis luar angkasa dan berbasis darat.
Beijing, China (Xinhua) – China berencana mengirim satu hingga tiga satelit cadangan untuk jaringan Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BeiDou Navigation Satellite System/BDS) ke luar angkasa tahun ini guna meningkatkan stabilitas dan penggunaan konstelasi tersebut, demikian menurut Konferensi Navigasi Satelit China ke-13 pada Kamis (27/4).Sebagai proyek ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) nasional utama, BDS merupakan sistem satelit navigasi global yang dibangun dan dioperasikan secara mandiri oleh China. Saat ini, BDS memiliki 45 satelit di orbit, termasuk 15 satelit untuk BDS-2 dan 30 satelit untuk BDS-3.Semua satelit itu terhubung ke jaringan dan beroperasi secara stabil. Layanan sistem tersebut seperti komunikasi pesan singkat global dan regional, pencarian dan penyelamatan internasional, pemosisian titik tunggal yang presisi, serta peningkatan berbasis luar angkasa dan berbasis darat, semuanya telah memenuhi persyaratan target.Proyek BDS dimulai pada 1994. Pembangunan BDS-1 dan BDS-2 masing-masing rampung pada tahun 2000 dan 2012. Ketika BDS-3 rampung dan dioperasikan pada 31 Juli 2020, China menjadi negara ketiga di dunia yang memiliki sistem satelit navigasi global independen.China akan mempercepat integrasi BDS dengan teknologi baru seperti 5G, kecerdasan buatan (AI), dan mahadata. Hal ini bertujuan untuk membangun sistem spasial dan temporal nasional dengan cakupan yang lebih luas, terintegrasi, dan cerdas pada 2035.Konferensi selama tiga hari itu dimulai pada Rabu (26/4) di Beijing. Lebih dari 4.000 pakar dan cendekiawan di bidang navigasi dari China dan mancanegara menghadiri konferensi tersebut secara daring dan luring.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ahli paleontologi sebut fosil tulang berusia 90 juta tahun di China adalah spesies dinosaurus baru
Indonesia
•
31 Jan 2024

Peneliti China ungkap peran sumber panas perkotaan dalam memperparah peristiwa panas ekstrem
Indonesia
•
20 Dec 2025

Kandungan karbon dan air ditemukan pada sampel asteroid Bennu NASA
Indonesia
•
13 Oct 2023

COVID-19 – Rusia daftarkan vaksin ketiga, CoviVac
Indonesia
•
23 Feb 2021


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
