
Konflik Gaza masuki hari ke-100, Sekjen PBB serukan gencatan senjata kemanusiaan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara kepada awak media di markas besar PBB di New York City pada 22 Desember 2023. (Xinhua/Xie E)
Situasi kemanusiaan di Gaza tidak dapat digambarkan dengan kata-kata, dengan tidak ada tempat dan tidak ada orang yang aman.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (15/1) kembali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan secepatnya di Gaza, saat konflik tersebut memasuki hari ke-100.Ada satu solusi untuk membantu mengatasi semua masalah terkait tingkat korban warga sipil dan kondisi kemanusiaan yang sangat buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza, nasib para sandera, serta ketegangan yang meluas ke seluruh kawasan, katanya kepada awak media. "Kita membutuhkan gencatan senjata kemanusiaan secepatnya."Selain kekejaman di Gaza, ketegangan di Tepi Barat yang diduduki semakin intens dengan meningkatnya kekerasan yang memperparah krisis keuangan yang sudah mengerikan bagi Otoritas Palestina. Ketegangan juga sangat tinggi di Laut Merah dan sekitarnya dan tak lama lagi mungkin akan mustahil untuk diatasi, katanya memperingatkan."Saya sangat mengkhawatirkan aksi baku tembak setiap hari di sepanjang Garis Biru. Hal ini berisiko memicu eskalasi yang lebih luas antara Israel dan Lebanon, serta sangat memengaruhi stabilitas kawasan," kata Guterres. "Saya sangat khawatir dengan apa yang sedang terjadi. Merupakan tugas saya untuk menyampaikan pesan sederhana dan langsung ini kepada semua pihak: berhentilah bermain api di Garis Biru, lakukan deeskalasi, dan akhiri permusuhan sesuai dengan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB."
Foto yang diabadikan pada 12 Januari 2024 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara. (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Foto yang diabadikan pada 12 Januari 2024 ini menunjukkan bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara. (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah mahasiswa pendidikan tinggi naik 2 kali lipat dalam 20 tahun, ketimpangan tetap ada
Indonesia
•
13 May 2026

UNICEF dukung kampanye lingkungan makanan yang lebih sehat di Asia-Pasifik
Indonesia
•
02 Mar 2023

Feature – Lansia di China nikmati masa pensiun dengan jadi ‘content creator’
Indonesia
•
05 Feb 2026

Populasi Afrika Selatan naik 19,8 persen sejak 2011
Indonesia
•
13 Oct 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
