
China targetkan pengembangan pusat data yang lebih ramah lingkungan

Seorang staf memeriksa ruang modul mikro di Pusat Data Gui'an China Unicom di Kawasan Baru Gui'an, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 23 Mei 2023. (Xinhua/Tao Liang)
Skala daya komputasi China saat ini menempati peringkat kedua di dunia. Per akhir 2023 lalu, jumlah rak pusat data yang digunakan di negara itu mencapai 8,1 juta rak.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China meluncurkan rencana aksi tentang pengembangan pusat data yang ramah lingkungan, dengan menetapkan serangkaian target untuk mempercepat transisi rendah karbon di sektor tersebut.Per 2025 mendatang, rata-rata efektivitas penggunaan daya (power usage effectiveness/PUE) di pusat-pusat data, sebuah metrik untuk efisiensi energi, akan diturunkan menjadi kurang dari 1,5, papar rencana aksi tersebut, yang dikeluarkan bersama oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, serta dua biro pusat pada Selasa (23/7).Rencana aksi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan energi terbarukan di pusat-pusat data sebesar 10 persen per tahun.Sebagai infrastruktur penting untuk pengembangan kekuatan produktif berkualitas baru, pusat-pusat data termasuk ke dalam sektor yang penggunaan energinya tumbuh pesat di China. Penggunaan energi di pusat-pusat data di negara itu diperkirakan akan meningkat 15 persen setiap tahunnya.Rencana aksi itu juga mengemukakan bahwa pada akhir 2030, pusat data di seluruh China akan mencatatkan angka PUE rata-rata serta efisiensi energi dan karbon per unit daya komputasi mencapai level maju secara internasional, dengan tingkat pemanfaatan energi terbarukan yang semakin meningkat.Guna memenuhi target-target di atas, China akan meningkatkan tata letak pusat-pusat data, memperketat persyaratan efisiensi sumber daya energi dan air untuk proyek-proyek baru, memfasilitasi penghematan energi dan transformasi pengurangan karbon pada proyek-proyek yang sudah ada, serta mendorong penerapan teknologi dan peralatan hemat energi, urai rencana aksi tersebut.Data industri menunjukkan bahwa total skala daya komputasi China saat ini menempati peringkat kedua di dunia. Per akhir 2023 lalu, jumlah rak pusat data yang digunakan di negara itu mencapai 8,1 juta rak.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mikroba pesisir dapat hambat upaya penanganan perubahan iklim
Indonesia
•
12 Aug 2025

Studi temukan kereta pengangkut batu bara tingkatkan polusi udara di perkotaan AS
Indonesia
•
03 May 2023

Bukan pemanis buatan! Gula langka rendah kalori ini berasal dari tebu dan bakteri
Indonesia
•
18 Jun 2026

China dorong industrialisasi paten di universitas dan lembaga penelitian
Indonesia
•
28 Feb 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
