
Starship milik SpaceX lakukan uji terbang ketiga, namun hilang saat kembali ke Bumi

Foto yang dirilis pada 11 April 2023 oleh SpaceX ini menunjukkan roket Starship di fasilitas peluncuran milik SpaceX di Texas, Amerika Serikat. (Xinhua/SpaceX)
SpaceX meluncurkan roket besar Starship untuk ketiga kalinya pada Kamis (14/3), tetapi perusahaan itu kehilangan komunikasi dengan roket tersebut sebelum berhasil mencapai lokasi pendaratan (splashdown) yang direncanakan di Samudra Hindia.
Los Angeles, AS (Xinhua) – SpaceX meluncurkan roket besar Starship untuk ketiga kalinya pada Kamis (14/3), tetapi perusahaan itu kehilangan komunikasi dengan roket tersebut sebelum berhasil mencapai lokasi pendaratan (splashdown) yang direncanakan di Samudra Hindia.Starship lepas landas pada pukul 08.25 Central Time (CST) atau 20.25 WIB dari lokasi uji coba Starbase milik SpaceX di Boca Chica, Texas.Sekitar tiga menit setelah lepas landas, booster tahap pertama, yang dikenal sebagai Super Heavy, berhasil memisahkan diri dari pesawat luar angkasa Starship tahap atas (upper stage). Menurut siaran langsung SpaceX, perusahaan tersebut berhasil menyelesaikan pembukaan dan penutupan pintu muatan Starship serta mentransfer propelan di antara dua tangki Starship di orbit selama uji terbang tersebut.Namun, Starship hilang saat kembali memasuki atmosfer Bumi.Uji terbang ketiga ini bertujuan untuk melakukan pengembangan berdasarkan uji terbang sebelumnya sambil berusaha mencapai sejumlah target ambisius, termasuk keberhasilan pembakaran kedua bagian roket saat peluncuran ke luar angkasa, membuka dan menutup pintu muatan Starship, demonstrasi transfer propelan dalam fase coast roket bagian atas, penyalaan kembali mesin Raptor untuk kali pertama saat berada di luar angkasa, dan masuknya kembali Starship ke Bumi (reentry) secara terkendali, urai SpaceX.Roket itu juga menempuh jalur baru dan ditargetkan mendarat di Samudra Hindia. Jalur penerbangan baru ini memungkinkan tim misi untuk mencoba sejumlah teknik baru, seperti pembakaran mesin di luar angkasa sembari memaksimalkan keselamatan publik, papar SpaceX.Pesawat luar angkasa Starship dan roket Super Heavy milik SpaceX, yang secara kolektif disebut sebagai Starship, mewakili sistem transportasi yang sepenuhnya dapat digunakan kembali (reusable) yang dirancang untuk membawa awak dan kargo ke orbit Bumi, Bulan, Mars, dan sebagainya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Saudi temukan jejak kaki manusia berusia 120.000 tahun
Indonesia
•
17 Sep 2020

NASA rilis strategi iklim
Indonesia
•
31 Mar 2023

Ilmuwan temukan bukti efek pasang surut Bulan di ‘plasmasphere’ Bumi
Indonesia
•
01 Feb 2023

Peneliti Indonesia manfaatkan limbah agroindustri untuk produksi biosilika bernilai ekonomi
Indonesia
•
23 Jul 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
