
Spesies baru gurita ‘flapjack’ ditemukan di ngarai laut dalam di lepas pantai Australia

Foto yang diabadikan pada 16 Desember 2022 ini menunjukkan tampilan bagian bawah gurita 'flapjack' Carnarvon. (Xinhua/Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran)
Spesies baru gurita flapjack, yang disebut Gurita Flapjack Carnarvon, ditemukan di ngarai laut dalam di lepas pantai Australia Barat.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Spesies baru gurita flapjack, yang disebut Gurita Flapjack Carnarvon, ditemukan di ngarai laut dalam di lepas pantai Australia Barat.Dinamai berdasarkan lokasi penemuannya, yakni Kota Carnarvon di Australia Barat, spesies baru bernama "Opisthoteuthis carnarvonensis" itu ditemukan dalam ekspedisi laut dalam pada 2022 di sebuah kapal riset, menurut pernyataan pers dari Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization/CSIRO) pada Selasa (20/5).Penemuan tersebut merupakan spesies baru ke-10 yang diidentifikasi dari ekspedisi itu. Spesies ini dimasukkan ke dalam daftar makhluk yang baru saja diberi nama, termasuk Painted Hornshark dan Parallel-spine Scorpionfish, papar pernyataan tersebut.Dengan mata besar dan tentakel berwarna merah mencolok, hewan yang tekstur tubuhnya kenyal dan menyerupai agar-agar ini hanya berukuran 4 sentimeter, ungkap pernyataan tersebut. Disebutkan pula bahwa spesies ini hanya diketahui berasal dari perairan dalam Carnarvon dan Taman Laut Gascoyne.Pelayaran itu, yang dilakukan oleh kapal riset CSIRO Investigator, menjelajahi Taman Laut Gascoyne dan Taman Laut Ngarai Carnarvon yang sebagian besar belum dipetakan di Australia Barat, yang menandai survei keanekaragaman hayati laut komprehensif pertama di wilayah tersebut, menurut sebuah studi yang dilakukan bersama oleh CSIRO, Museum Australia Barat (Western Australian Museum), serta Museum dan Galeri Seni Tasmania.Gurita dumbo adalah spesies langka dan tidak biasa yang hidup di dasar laut. Mereka berkembang biak dan tumbuh dengan lambat, memiliki tubuh yang sangat lunak dan kenyal, serta tidak memproduksi tinta dan tidak dapat berubah warna seperti gurita lainnya, kata Tristan Verhoeff dari Museum dan Galeri Seni Tasmania.Ditemukan di kedalaman hingga 4.510 meter, gurita ini termasuk dalam kelompok yang dikenal sebagai gurita cirrate atau gurita ‘dumbo’, yang dinamai berdasarkan siripnya yang menyerupai telinga. Hewan-hewan laut dalam ini dapat memipihkan dirinya seperti panekuk atau mengembang seperti payung gelatin, dan diyakini memakan krustasea kecil dan cacing, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Australian Journal of Taxonomy.Para ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 1.000 spesies baru mungkin masih menunggu deskripsi resmi dari pelayaran kapal Investigator selama satu dekade terakhir.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bunga bangkai, busuk namun menawan
Indonesia
•
24 Mar 2020

SpaceX konfirmasi satelit Starlink alami anomali saat di orbit
Indonesia
•
31 Mar 2026

Peneliti China serukan peningkatan stasiun pengamatan karbon dioksida berstandar tinggi
Indonesia
•
07 Aug 2023

Kebocoran bahan radioaktif terdeteksi di fasilitas penelitian bahan bakar nuklir Jepang
Indonesia
•
14 Sep 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
