
China bangun stasiun cuaca tertinggi di Pegunungan Kunlun

Foto dari udara yang diabadikan pada 15 Mei 2018 ini menunjukkan pemandangan Pegunungan Kunlun yang diselimuti salju di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Jiang Wenyao)
Stasiun cuaca otomatis di ketinggian 5.896 meter di Pegunungan Kunlun yang berada di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, akan menyediakan data meteorologis yang berharga bagi para ilmuwan untuk mempelajari proses cuaca di dataran tinggi, perubahan iklim, dan karakteristik curah hujan yang unik di daerah tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti China pada Senin (23/10) mengumumkan bahwa pihaknya telah membangun sebuah stasiun cuaca otomatis di ketinggian 5.896 meter di Pegunungan Kunlun yang berada di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut.Stasiun baru yang diluncurkan pada Ahad (22/10) itu kini menjadi stasiun cuaca dengan letak tertinggi di Pegunungan Kunlun. Hal tersebut menandai rampungnya jaringan stasiun pengamatan di bagian tengah Pegunungan Kunlun di lereng utara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, yang dikenal sebagai ‘atap dunia’.Tim tersebut dipimpin oleh Institut Fisika Atmosfer yang berada di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Layanan Meteorologi Daerah Otonom Uighur Xinjiang. Mereka menghabiskan waktu selama tiga bulan menantang cuaca buruk dan mengatasi penyakit ketinggian untuk menyelesaikan pembangunan stasiun cuaca itu.Menurut Lu Riyu, salah satu anggota tim di institut tersebut, dataran tinggi tersebut menjadi lebih hangat dan lebih lembab, serta Xinjiang bagian selatan juga mengalami peningkatan jumlah kejadian cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Mengklarifikasi evolusi energi uap air yang berkaitan dengan perubahan iklim dan mengungkap mekanisme yang mungkin terjadi di balik perubahan ini serta kemungkinan dampaknya merupakan isu-isu ilmiah yang penting.Lu menambahkan bahwa stasiun cuaca baru tersebut akan menyediakan data meteorologis yang berharga bagi para ilmuwan untuk mempelajari proses cuaca di dataran tinggi, perubahan iklim, dan karakteristik curah hujan yang unik di Pegunungan Kunlun.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Great Barrier Reef memutih karena suhu laut semakin tinggi
Indonesia
•
19 Mar 2022

Feature – Cegah strok usia muda dengan pendekatan pengobatan tradisional China
Indonesia
•
15 May 2026

Satelit relai China beroperasi lancar, siap dukung misi Bulan global
Indonesia
•
20 May 2025

COVID-19 – Rusia kembangkan tiga vaksin lagi
Indonesia
•
20 Nov 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
