
Roket komersial China luncurkan 4 satelit dari laut

Roket peluncur komersial CERES-1 yang membawa empat satelit lepas landas dari perairan di sekitar Haiyang, sebuah kota pesisir di Provinsi Shandong, China timur, pada 5 September 2023. (Xinhua/An Di)
Wahana peluncur komersial CERES-1 mengangkut empat satelit Tianqi 21-24 yang dikembangkan oleh Guodian Gaoke, sebuah perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi komersial yang berbasis di Beijing, yang merupakan bagian dari konstelasi Internet of Things (IoT) orbit rendah Bumi Tianqi.
Haiyang, China (Xinhua) – China pada Selasa (5/9) mengirim roket yang diluncurkan dari laut ke luar angkasa dari perairan di sekitar Haiyang, sebuah kota pesisir di Provinsi Shandong, China timur, menempatkan empat satelit ke orbit yang direncanakan.Wahana peluncur komersial CERES-1 diluncurkan pada pukul 17.34 Waktu Beijing (16.34 WIB). Misi peluncuran lepas pantai itu dilakukan oleh Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan.Produsen roket Galactic Energy mengatakan ini merupakan penerbangan kesembilan sekaligus misi berbasis laut pertama dari seri CERES-1. Peluncuran ini juga menjadikannya perusahaan swasta China pertama yang menyelesaikan misi lepas landas dari laut.Dibandingkan dengan peluncuran berbasis di darat, peluncuran di laut merupakan sebuah mode baru yang memiliki fleksibilitas lebih besar, kemampuan beradaptasi yang lebih baik, serta layanan yang lebih hemat biaya. Selain itu, lokasi area peluncuran dan pendaratan yang fleksibel dapat memastikan tahapan roket yang digunakan. Puing-puing lainnya jatuh ke laut alih-alih ke daratan yang dekat dengan permukiman penduduk.Keunggulan ini memberikan keyakinan bagi perusahaan roket tersebut untuk meningkatkan frekuensi peluncuran dari laut di masa mendatang.Roket CERES-1 mengangkut empat satelit Tianqi 21-24 yang dikembangkan oleh Guodian Gaoke, sebuah perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi komersial yang berbasis di Beijing, yang merupakan bagian dari konstelasi Internet of Things (IoT) orbit rendah Bumi Tianqi.Konstelasi 38 satelit ini akan mulai beroperasi pada 2024. Konstelasi ini akan menyediakan layanan data global untuk skenario aplikasi seperti komunikasi darurat, pemantauan lingkungan ekologi, dan pendeteksian menara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fosil tulang paha tyrannosaurus terpanjang di Asia ditemukan di China timur
Indonesia
•
26 Aug 2025

Rusia luncurkan wahana antariksa kargo Progress MS-26 ke orbit
Indonesia
•
16 Feb 2024

Studi dataset sebut 2023 berpotensi jadi tahun terpanas sepanjang sejarah
Indonesia
•
03 Oct 2023

Debu bulan yang dikumpulkan misi Apollo 11 dilelang 7,1 miliar rupiah
Indonesia
•
15 Apr 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
