
Stasiun darat satelit beroperasi dalam segala cuaca dan sepanjang waktu di China barat laut

Seorang peneliti menerima data satelit di Stasiun Kashgar milik Institut Penelitian Informasi Luar Angkasa di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China pada 1 Juli 2019. (Xinhua/Xiu Yi)
Stasiun darat Kashgar memberikan dukungan ilmiah bagi pembangunan sosial dan ekonomi regional, seperti pengolahan data informasi geografis dan pemantauan pengindraan jauh terhadap tanaman dan bencana.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah stasiun darat satelit pengindraan jauh di Kashgar, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, memiliki kemampuan pengamatan multisatelit, dalam segala cuaca, dan sepanjang waktu, menurut Institut Penelitian Informasi Luar Angkasa di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) pada Senin (14/8).Stasiun darat itu saat ini melakukan tugas penerimaan data untuk semua satelit ilmu antariksa dan observasi darat China, serta tugas pengukuran dan kontrol untuk puluhan satelit, kata Wang Jianping, kepala stasiun tersebut, seraya menambahkan bahwa stasiun itu telah melayani lebih dari 100 misi satelit di orbit.Sejumlah indikator teknis dari sistem penerimaan, pengukuran, dan kontrol data satelit stasiun itu telah mencapai tingkat lanjutan berskala internasional, papar Wang.Stasiun darat itu mulai dibangun pada 2006. Dan pada akhir 2007, rangkaian sistem observasi pertamanya dibentuk dan mulai beroperasi.Saat ini, stasiun tersebut memiliki tujuh rangkaian sistem penerima data. Total 12 rangkaian diperkirakan akan beroperasi per akhir 2023.Sistem antena stasiun itu dapat mendukung berbagai mode encoding-decoding dan modulasi-demodulasi, sementara laju kode saluran tunggalnya dapat mencapai 2.000 Mbps.Stasiun darat Kashgar memberikan dukungan ilmiah bagi pembangunan sosial dan ekonomi regional, seperti pengolahan data informasi geografis dan pemantauan pengindraan jauh terhadap tanaman dan bencana, kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Lapisan Es di Greenland mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan
Indonesia
•
24 Mar 2025

Terobosan baterai ‘ultra-low temperature’ dukung ‘drone’ tuntaskan uji terbang di suhu minus 36 derajat celsius
Indonesia
•
17 Mar 2025

Tim peneliti China ungkap cara ulat sutra membentuk kepompong hijau
Indonesia
•
09 Feb 2023

Peneliti temukan deformasi lidah es Antarktika yang dipicu tsunami vulkanik Tonga
Indonesia
•
28 Mar 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
