
Stasiun luar angkasa China capai regenerasi sumber daya oksigen 100 persen

Gambar tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 9 Februari 2023 ini menunjukkan taikonaut Shenzhou-15 Fei Junlong kembali ke modul lab stasiun luar angkasa Wentian dengan membawa peralatan. (Xinhua/Liu Fang)
Stasiun luar angkasa China, dengan awak Shenzhou-15 kini berada di orbit, dapat memproduksi 100 persen pasokan oksigennya menggunakan sistem regenerasi pada pesawat antariksa tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – Stasiun luar angkasa China, dengan awak Shenzhou-15 kini berada di orbit, dapat memproduksi 100 persen pasokan oksigennya menggunakan sistem regenerasi pada pesawat antariksa tersebut, menurut sebuah konferensi teknologi luar angkasa di Harbin, ibu kota provinsi paling utara di China, Heilongjiang.Perkembangan tersebut mencerminkan transformasi mendasar dari sistem kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan untuk pesawat antariksa berawak China dari "pengisian ulang" ke "regenerasi," kata Bian Qiang, direktur kantor teknik kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan di bawah naungan Pusat Astronaut China (Astronaut Center of China).Sebagai teknologi utama untuk misi luar angkasa berawak China, sistem kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan menciptakan kondisi kehidupan dasar dan membangun lingkungan kerja yang layak huni bagi para astronaut, sehingga dapat memastikan kesehatan dan keselamatan mereka.Sistem tersebut terdiri dari enam subsistem regenerasi untuk proses yang meliputi produksi oksigen dengan elektrolisis air, pembuangan karbon dioksida, pembuangan gas berbahaya, pengolahan urine, pengolahan air, dan produksi air dengan karbon dioksida dan hidrogen."Saat ini, keenam sistem itu beroperasi secara stabil, dengan 100 persen sumber oksigen diregenerasi dan 95 persen sumber daya air didaur ulang. Hal ini mengurangi jumlah pasokan dari tanah sebanyak 6 ton setiap tahunnya," ujar Bian saat berpidato dalam konferensi teknologi kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan penerbangan antariksa berawak nasional ketiga pada Kamis (13/4).Dia menyebutkan bahwa teknologi yang diterapkan dalam sistem kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan itu merupakan salah satu yang terbaik di dunia.Selama 55 tahun terakhir, para ahli telah berhasil mengembangkan tiga generasi sistem kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan untuk pesawat antariksa berawak China, serta produk-produk terkait untuk pesawat antariksa Shenzhou, pakaian antariksa untuk aktivitas di luar wahana antariksa (extra-vehicular), dan kompleks stasiun luar angkasa tiga modul, menurut Bian.Dia menambahkan bahwa sejak peluncuran misi stasiun luar angkasa China, para ahli telah secara berturut-turut mengatasi banyak masalah teknis yang dihadapi dunia, dan telah mewujudkan transformasi fundamental sistem tersebut dari "pengisian ulang" ke "regenerasi," memberikan kontribusi luar biasa terhadap pembangunan stasiun luar angkasa China.Para awak Shenzhou 15 mengirim video spesial untuk konferensi itu. Komandan Fei Junlong mengatakan bahwa dirinya merasa terhormat karena dapat menyaksikan transformasi teknologi kontrol lingkungan dan penunjang kehidupan di stasiun luar angkasa itu, jika dibandingkan dengan misi Shenzhou-6 17 tahun lalu. Dia merasa senang dapat bekerja dan tinggal di luar angkasa selama lebih dari 100 hari.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mamuju di Sulawesi Barat terpapar radiasi alam 9 kali lebih tinggi dari rata-rata dunia, masuk sorotan PBB
Indonesia
•
01 Mar 2026

Peneliti China integrasikan fisika dan AI untuk tingkatkan akurasi prakiraan curah hujan
Indonesia
•
11 Mar 2024

China berbagi sampel Bulan dengan Rusia dan Prancis
Indonesia
•
01 May 2023

NIPA: China miliki hampir 5 juta paten penemuan yang valid
Indonesia
•
17 Jan 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
