
Subvarian baru Omicron XBB.1.16 terus menyebar dengan cepat di AS

Seorang pelancong berjalan memasuki pintu masuk di Bandar Udara Nasional Ronald Reagan Washington di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 14 April 2022. (Xinhua/Ting Shen)
Subvarian baru Omicron, XBB.1.16, terus menyebar dengan cepat di Amerika Serikat (AS), dengan prevalensi yang meningkat menjadi 12,5 persen pekan ini, naik dari 8,4 persen pekan lalu.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Subvarian baru Omicron, XBB.1.16, terus menyebar dengan cepat di Amerika Serikat (AS), dengan prevalensi yang meningkat menjadi 12,5 persen pekan ini, menurut data yang diperbarui pada Jumat (5/5) oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Subvarian yang disebut "arcturus" tersebut telah menjadi galur (strain) dominan kedua di AS. Subvarian itu diperkirakan akan mencakup sekitar 12,5 persen dari total kasus baru COVID-19 pekan ini, naik dari 8,4 persen pekan lalu, menurut data CDC.Para ahli memperingatkan bahwa persentase tersebut diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan, dengan XBB.1.16 kemungkinan akan menjadi galur virus corona dominan berikutnya di negara itu.Subvarian Omicron XBB.1.5 yang sangat menular masih menjadi galur dominan di AS, dan menyumbangkan sekitar 66,9 persen dari total kasus baru COVID-19 pekan ini, menurut data CDC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Petugas damkar ditembak mati saat berupaya padamkan karhutla di AS
Indonesia
•
01 Jul 2025

China pastikan layanan kesehatan tepat waktu dan nyaman bagi warga desa
Indonesia
•
11 Jan 2023

Kisah – Pemuda Gaza daur ulang limbah kopi jadi pupuk ramah lingkungan
Indonesia
•
26 Jan 2023

Populasi penduduk berusia 100 tahun atau lebih di Jepang tembus 99.000 jiwa
Indonesia
•
14 Sep 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
