Tajuk Xinhua: China bangun sistem taman nasional terbesar di dunia (Bagian 2 - selesai)

Sejumlah jagawana berpatroli di area inti Taman Nasional Sanjiangyuan di Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu, Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 21 April 2022. (Xinhua/Zhang Long)
Sistem taman nasional China, yang direncanakan akan menjadi yang terbesar di dunia, akan mencakup berbagai ekosistem, mulai dari hutan dan padang rumput hingga lahan basah dan gurun, melibatkan lebih dari 700 cagar alam yang sudah ada, serta 10 situs warisan alam dunia.
Beijing, China (Xinhua) – Dari tahun 1960-an hingga 1980-an, industri utama Madoi adalah peternakan. Saat itu, setiap rumah tangga di wilayah tersebut memiliki ratusan sapi dan domba, dan perkembangan peternakan telah meningkatkan perekonomian lokal.Namun, sejak akhir 1980-an hingga awal abad ini, karena berbagai faktor, jumlah lahan basah dan danau di Madoi berkurang, vegetasi padang rumput mengalami penurunan, kapasitas konservasi air turun tajam, dan keanekaragaman hayati terdampak.Guna memulihkan lingkungan ekologis, pemerintah wilayah itu menerapkan serangkaian langkah, termasuk memulai program migrasi ekologis, memberlakukan larangan penggembalaan di daerah tertentu, serta mendorong para peternak setempat untuk berpartisipasi dalam perlindungan ekologis. Langkah-langkah tersebut terbukti efektif, berhasil membalikkan tren kerusakan ekologi setempat.Selain upaya-upaya pemerintah tersebut, sejumlah lembaga, pekerja akar rumput, dan penduduk setempat juga memainkan peran mereka dalam konservasi ekologis di Sanjiangyuan.Jamwang Phuntsog bekerja di biro keamanan publik wilayah Zhidoi, Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu di Provinsi Qinghai, yang dilalui Sungai Yangtze. Pada 2010, dia membentuk tim sukarelawan perlindungan lingkungan untuk memunguti sampah di Sanjiangyuan di waktu senggangnya, bersama dengan para sukarelawan dari berbagai profesi lain.Pusat Konservasi Shan Shui, sebuah organisasi yang berfokus pada konservasi alam, bekerja sama dengan koperasi peternak untuk mengorganisasi mereka dalam melakukan observasi macan tutul salju di area hulu Sungai Lancang. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan para peternak tetapi juga meningkatkan perlindungan ekologis.Keberhasilan taman-taman nasional di China itu sejauh ini sebagian besar berkat berbagai upaya yang melibatkan masyarakat setempat dalam perlindungan satwa liar dan habitat. Rampungnya proyek taman-taman nasional itu pada 2035 akan menunjukkan sebuah ekspansi besar-besaran dari keterlibatan masyarakat tersebut, menurut sejumlah analis.Mengintegrasikan ekologi dan pembangunan
Li Chunliang, Wakil Direktur Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China, menggambarkan rilis rencana tata ruang baru itu sebagai pencapaian penting lainnya dalam pembangunan taman nasional di China. Li mengatakan hal itu sangat penting untuk memandu pembangunan taman-taman nasional yang berkualitas tinggi dan membangun sistem taman nasional terbesar di dunia.Taman-taman yang digambarkan dalam rencana itu akan mencakup berbagai ekosistem, mulai dari hutan dan padang rumput hingga lahan basah dan gurun, melibatkan lebih dari 700 cagar alam yang sudah ada, serta 10 situs warisan alam dunia.Rencana tersebut juga menyatakan bahwa penduduk setempat dan masyarakat akan terlibat langsung dalam perlindungan, pembangunan, dan pengelolaan taman-taman nasional melalui waralaba, layanan sukarela, dan posisi perlindungan ekologis, untuk menikmati manfaat ekologis yang dibawa oleh taman-taman nasional.
Sejumlah antelop Tibet terlihat di Hoh Xil, Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 20 Januari 2022. (Xinhua/Song Zhongyong)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Baznas targetkan pengumpulan zakat nasional 2022 capai 26 triliun rupiah
Indonesia
•
05 Jan 2022

Feature – Pengungsi di Mesir harapkan perdamaian pada Hari Pengungsi Sedunia
Indonesia
•
21 Jun 2024

Survei sebut film, televisi, dan media sosial berpengaruh besar pada pilihan wisata pelancong Gen Z Taiwan
Indonesia
•
28 Aug 2024

PBB: Pembangunan berkelanjutan cara menuju perdamaian bertahan lama
Indonesia
•
27 Jan 2023
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
