
Menlu Rusia sebut transisi menuju tatanan ekonomi global yang lebih adil "tidak dapat dibendung"

Foto dokumentasi ini menunjukkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan pidato dalam acara Primakov Readings International Forum di Moskow, Rusia, pada 27 November 2023. (Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)
Tatanan ekonomi global baru yang lebih adil merupakan proses yang "tidak dapat dibendung", saat semua orang lelah dengan dolar AS, yang dijadikan alat pengaruh, alat untuk merongrong posisi kompetitif yang sah dari negara-negara di berbagai kawasan, dan alat yang digunakan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain serta untuk perubahan rezim.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Munculnya tatanan ekonomi global baru yang lebih adil merupakan proses yang "tidak dapat dibendung," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Kamis (28/12).Pernyataan tersebut disampaikan diplomat tinggi Rusia itu dalam sebuah wawancara akhir tahun untuk kantor berita RIA Novosti, saat dia merangkum hasil tahun ini dan tujuan strategis Rusia, serta menguraikan tren-tren utama untuk tahun depan."Pergeseran menuju tatanan ekonomi dunia yang lebih adil, tidak diragukan lagi, tidak dapat dibendung," kata Lavrov, seraya menambahkan bahwa pembentukan dunia multipolar sudah dimulai.Semua orang lelah dengan dolar AS, yang dijadikan alat pengaruh, alat untuk merongrong posisi kompetitif yang sah dari negara-negara di berbagai kawasan, dan alat yang digunakan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain serta untuk perubahan rezim, kata Lavrov.Dia menyebutkan bahwa Rusia akan berusaha keras mengembangkan hubungan dengan "mayoritas global."Ketika ditanya tentang kelanjutan operasi militer khusus Rusia, Lavrov menegaskan kembali bahwa Moskow akan terus memenuhi tujuan yang telah ditetapkan sejak awal.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu China: China dukung kuat upaya Pakistan capai persatuan dan stabilitas
Indonesia
•
08 May 2023

Mesir dan Irak desak tekanan internasional untuk wujudkan gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
29 Aug 2024

Rusia masukkan Yunani, Denmark, Slovakia, Slovenia, Kroasia dalam daftar negara tak bersahabat
Indonesia
•
22 Jul 2022

AS desak warganya tinggalkan Rusia untuk hindari wajib militer
Indonesia
•
29 Sep 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
