The Nation: "Tatanan berbasis aturan" AS perlu dipikirkan ulang

Seorang jagawana Taman Nasional yang mengenakan masker terlihat dengan latar belakang gedung Capitol Amerika Serikat (AS) yang diselimuti kabut asap, saat asap dari kebakaran hutan di Kanada membawa kualitas udara yang tidak sehat ke kawasan Pantai Timur, di Washington DC, AS, pada 7 Juni 2023. (Xinhua/Aaron Schwartz)
"Tatanan internasional berbasis aturan" mengalami kemerosotan yang tidak dapat dibalikkan, sementara menerima fakta tersebut dan memimpin gerakan untuk tatanan politik dan ekonomi yang baru, lebih inklusif, dan imajinatif adalah tugas yang dapat dilakukan Amerika Serikat dengan baik.
New York City, AS (Xinhua) – Ketika lanskap geopolitik bergeser dalam satu dekade terakhir dan pengaruh Amerika Serikat (AS) meredup di seluruh dunia, Washington tidak dapat terus salah mengartikan semua intervensi atau keterlibatannya dalam konflik sebagai mempertahankan "tatanan berbasis aturan," menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh majalah The Nation pada Senin (24/7)."Washington harus menerima bahwa teman dan sekutu akan sering kali mengambil jalannya sendiri jika kepentingan mereka tidak selaras dengan kepentingan AS di panggung dunia," kata artikel itu.Memang, penerapan luas sanksi ekstrateritorial sebagai prinsip utama ketatanegaraan AS telah membuat dorongan untuk melepaskan diri dari "aturan" Washington kian besar dari sebelumnya, papar artikel tersebut.Lebih lanjut disebutkan bahwa sekitar 40 persen cadangan minyak global berada di bawah sanksi AS, menciptakan tekanan besar terhadap produsen dan pembeli minyak untuk beralih ke penjualan minyak nondolar.
Foto yang diabadikan pada 14 Juli 2023 ini menunjukkan bom-bom tandan berukuran kecil (cluster bomblet) yang ditinggalkan oleh militer Amerika Serikat dalam perang Vietnam di sebuah museum di Hanoi, Vietnam. (Xinhua/Pham Dinh Duc)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Sudutkan China, politisi AS munculkan narasi palsu "Volt Typhoon"
Indonesia
•
15 Apr 2024

Raja Salman pecat pejabat tinggi Kementerian Pertahanan korupsi
Indonesia
•
01 Sep 2020

Diduga beli kokain, atlet hoki Australia ditangkap polisi Paris
Indonesia
•
10 Aug 2024

Impor senjata Eropa melonjak tajam meski ada penurunan secara global
Indonesia
•
15 Mar 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
