
Ilmuwan Australia ciptakan metode ramah lingkungan untuk ekstraksi lithium

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan tampilan interior di sebuah pabrik milik CNGR di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua)
Teknik ekstraksi lithium untuk baterai dapat menggunakan panas moderat dari sinar matahari atau limbah industri guna mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan serta melestarikan air.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan Australia berhasil mengembangkan sebuah teknik ramah lingkungan untuk mengekstrak material berharga, seperti lithium untuk baterai, dari endapan air garam.Tidak seperti metode konvensional yang menggunakan listrik dan membran yang mahal, proses ini menggunakan panas moderat dari sinar matahari atau limbah industri untuk mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan serta melestarikan air, demikian menurut para peneliti di Australian National University (ANU).Penambangan air garam merupakan sumber utama lithium, bahan utama untuk produksi baterai. Metode tersebut menjanjikan sebuah pendekatan yang lebih berkelanjutan dan efisien dalam ekstraksi lithium untuk produksi baterai, menurut pernyataan ANU yang dirilis pada Selasa (8/7).Metode itu mengonsentrasikan air garam tanpa penguapan, melestarikan air dan tanah dengan menghilangkan kebutuhan akan kolam penguapan yang besar. Metode tersebut secara efisien memisahkan air dari ion, dengan potensi kecepatan dan efisiensi energi yang jauh lebih besar, menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Water yang berbasis di London."Tujuan kami adalah untuk menggantikan kolam penguapan tradisional, sebuah teknologi yang telah ada sejak ribuan tahun, dan alih-alih menggunakan lahan dan sumber daya air dalam jumlah besar, kami dapat melakukan tugas tersebut dengan jejak lingkungan yang jauh lebih kecil," ujar Kepala Peneliti Utama studi itu, Juan Felipe Torres, dari ANU.Metode tersebut dapat meningkatkan ekstraksi lithium dari air garam untuk produksi baterai di masa depan, kata Torres.Tim ANU, bersama dengan Wacomet Water Co yang berbasis di Amerika Serikat, mengomersialkan teknologi tersebut di seluruh dunia melalui perusahaan mandirinya, Soret Technologies, guna memajukan ekstraksi lithium yang berkelanjutan dari air garam, ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Versi 5G yang telah ditingkatkan kini dapat diakses di Beijing
Indonesia
•
19 May 2024

LIPI kembangkan padi gogo tahan kekeringan dan pH asam
Indonesia
•
24 Sep 2019

China luncurkan kapal induk ketiga buatan dalam negeri
Indonesia
•
17 Jun 2022

Tahap kedua pembangunan ‘pabrik cerdas’ migas lepas pantai pertama China dimulai
Indonesia
•
27 Jul 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
