Tim peneliti China kembangkan kain inovatif yang bantu AI kenali perintah suara

Para siswa mengikuti pelajaran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sebuah sekolah menengah pertama di Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 2 September 2024. (Xinhua/Li Hanchi)
Teknologi A-Textile berhasil mengakses layanan berbasis awan (cloud), menggunakan perintah suara untuk mengoperasikan aplikasi ponsel pintar seperti Google Maps untuk navigasi, dan berinteraksi dengan ChatGPT dengan menanyakan resep koktail dan rencana perjalanan.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat memberdayakan industri tradisional, begitu pun sebaliknya teknologi tradisional juga dapat memajukan AI, seperti yang ditunjukkan dalam sebuah penelitian baru di mana kain inovatif membantu AI mengenali perintah suara dengan memperkuat muatan elektrostatik yang dihasilkan saat berbicara.Diterbitkan pada pekan ini di Science Advances, terobosan tersebut berpotensi mengubah pakaian menjadi asisten AI yang intuitif dan selalu dapat diakses.Dipimpin oleh para peneliti dari Universitas Soochow, tim itu merancang kain akustik triboelektrik, yang dinamai A-Textile. Tidak seperti perangkat akustik konvensional yang kaku dan berukuran besar, kain ini lembut, fleksibel, dan dapat dicuci.Kain tersebut dapat memanfaatkan muatan elektrostatik alami yang dihasilkan pada pakaian ketika seseorang berbicara. Tim peneliti itu menyempurnakan efek ini dengan menciptakan struktur berlapis-lapis yang memiliki sebuah lapisan komposit nanoflower timah-sulfida tiga dimensi (3D) yang tertanam dalam karet silikon, bersama dengan kain berkarbonisasi seperti grafit.Kain AI yang dapat dicuci dan ringan tersebut mencapai akurasi pengenalan suara hingga 97,5 persen, sehingga dapat mengendalikan peralatan rumah tangga dari jarak jauh, menurut penelitian itu.Tim peneliti tersebut mendemonstrasikan penerapan praktisnya dengan menggunakannya untuk mengendalikan peralatan rumah tangga pintar secara nirkabel, seperti menyalakan dan mematikan pendingin ruangan dan lampu melalui perintah suara sederhana.Teknologi itu juga berhasil mengakses layanan berbasis awan (cloud), menggunakan perintah suara untuk mengoperasikan aplikasi ponsel pintar seperti Google Maps untuk navigasi, dan berinteraksi dengan ChatGPT dengan menanyakan resep koktail dan rencana perjalanan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Australia buat terobosan dalam memahami cinta
Indonesia
•
11 Jan 2024

Pakar sebut teknologi kapal dan peralatan kelautan China semakin maju
Indonesia
•
05 Apr 2023

China mulai bangun basis nasional untuk teliti dan uji turbin angin lepas pantai
Indonesia
•
06 Dec 2023

Jejak kaki ‘Mammaliaform’ Periode Kapur ditemukan di China selatan
Indonesia
•
15 Jun 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
