
Teknologi digital jadi kunci baru pelestarian warisan budaya China-ASEAN

Foto dokumentasi ini menunjukkan sejumlah wisatawan mancanegara mengunjungi Gua Mogao di Dunhuang, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua)
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Keo Piseth, seorang wartawan asal Kamboja merasa gembira saat melihat gambar-gambar budaya Angkor yang terasa akrab baginya, dipajang dalam sebuah pameran di Dunhuang, Provinsi Gansu, China barat laut.
Bertajuk ‘Pertemuan antara Gua Mogao dan Angkor Wat’, pameran tersebut digelar di Dunhuang, lokasi situs warisan dunia UNESCO Gua Mogao, sebagai bagian dari forum Dialog Warisan Budaya China-ASEAN yang sedang berlangsung.
"Ini pertama kalinya bagi saya berkunjung ke Dunhuang, dan rasanya sangat gembira melihat foto-foto ini," ujar Piseth.
Dialog Warisan Budaya China-ASEAN dibuka pada Kamis (2/7) di Gansu dengan tema ‘Melestarikan Warisan Budaya, Membagikan Keindahan untuk Semua (Enduring Heritage, Shared Beauty for All)’.
Acara ini mempertemukan para profesional di bidang budaya, akademisi dari wadah pemikir, perwakilan pemuda, dan tamu lainnya asal China serta negara-negara ASEAN untuk membahas kerja sama dalam upaya perlindungan warisan budaya dan pemanfaatan sumber daya kebudayaan di berbagai pihak.
Pameran fotografi yang dikunjungi Piseth bukanlah pertemuan pertama antara Gua Mogao dan Angkor Wat, yang sama-sama merupakan situs warisan budaya tersohor di dunia.
Sekitar 7 tahun lalu, sebuah film dokumenter bertema dialog kedua situs tersebut diproduksi.
Selain itu, pada 2021, pameran khusus bertema capaian pelestarian Angkor Wat di Kamboja juga pernah digelar di Datong, Provinsi Shanxi, China utara, tempat Gua Yungang berada.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong pertukaran di bidang arkeologi dan kebudayaan antara kedua negara.
Dialog Warisan Budaya China-ASEAN kali ini menyoroti digitalisasi dan pembangunan berkelanjutan dalam pelestarian budaya, serta berbagai hasil inovatif dalam upaya tersebut.
Herry Jogaswara, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, berbagi pengalaman Indonesia di bidang warisan budaya, terutama contoh-contoh transformasi hasil riset menjadi karya kreatif.
Dia berharap pertukaran pengalaman antara China dan ASEAN dapat melahirkan lebih banyak solusi baru bagi pelestarian warisan budaya dan pengembangan industri terkait.
Sementara itu, Sokrithy Im, pejabat tinggi dari Kementerian Kebudayaan dan Kesenian Kamboja, memperkenalkan praktik Kamboja yang memanfaatkan teknologi akuisisi dan platform kembar digital dalam menerapkan perlindungan bersifat preventif terhadap situs-situs kebudayaan bersejarah.
Dia juga menyerukan pembentukan sebuah platform terbuka antara China dan ASEAN untuk mendorong pelestarian situs budaya secara digital, agar upaya konservasi dapat dilaksanakan secara lebih cerdas dan akurat.
Serangkaian acara pertukaran pemuda juga akan diadakan di sela-sela dialog tersebut. Dalam kesempatan ini, para pemuda dari negara-negara ASEAN akan mengunjungi Gua Mogao dan beberapa museum kebudayaan di Gansu.
"Jika dilihat dari sisi motif lukisan dan ukiran, kita dapat melihat sejumlah kemiripan antara Angkor Wat dan Gua Mogao, walaupun bentuknya berbeda," kata Piseth.
"Kunjungan seperti ini membuat kami lebih mengenal China serta mendekatkan jarak antarmasyarakat dan antarbudaya," imbuhnya.
China telah mengumpulkan pengalaman yang luas dalam bidang perlindungan ilmiah warisan budaya, inovasi digital, serta interpretasi dan presentasi situs warisan bernilai universal yang luar biasa seperti Dunhuang, yang dapat memberikan manfaat besar bagi negara-negara ASEAN.
Sementara itu, Asia Tenggara telah memperoleh pengalaman berharga dalam praktik konservasi, pelestarian warisan hidup, dan pengelolaan beragam lanskap budaya.
Kedua belah pihak dapat saling belajar dan memperluas kerja sama, tutur Ivan Anthony Henares, ketua Aliansi Warisan Budaya Asia Tenggara (Southeast Asian Cultural Heritage Alliance/SEACHA).
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gelombang panas di Eropa semakin dramatis dengan rekor suhu tinggi dalam sejarah
Indonesia
•
05 Jan 2023

Ramadan 1447 – Tip pengobatan tradisional China agar tubuh bugar jalani puasa
Indonesia
•
20 Feb 2026

Blokade Israel terhadap Gaza terus berdampak pada warga sipil
Indonesia
•
04 May 2025

Kisah Lisbon Maru dikenang sebagai bukti nilai kemanusiaan masa perang
Indonesia
•
29 May 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
